Antisipasi pehobi drone terhadap proyek bernama Zano yang meledak-ledak membuat halaman penggalangan dana Kicstarter berubah menjadi kerumunan yang ramai sesaat dan kondusif setelahnya.
Zano memperkenalkan konsep nano-drone portable yang khusus untuk melakukan aktivitas fotografi dan videografi. Setelah sukses meraih £2.3 juta pada 8 Januari 2015 lalu, Zano drone hanya memberikan sejumlah update tanpa memastikan produknya hadir di tangan konsumen.
Dijanjikan akan dikirim pada pertengahan Juni 2015, faktanya hingga tahun 2016 ini masih belum ada satupun backers yang menerima Zano.
Pertanyaan pun muncul, ditambah lagi situs resmi Zano yang beralamat di flyzano.com sudah tidak aktif lagi. Para backers yang merasa ditipu kemudian melontarkan komentar di Kickstarter.
12 3 - Zano Drone Dituding Menipu, Ada Apa?
Ribuan komentar berisi pertanyaan dan hujatan kepada Torquing.
Akhirnya setelah kejadian ini, Kicstarter mengirim Mark Harris untuk menginvestigasi Torquing selaku pengembang dari Zano. Akhirnya disimpulkan bahwa Zano hanyalah proyek pribadi milik Ivan Reedman dengan misi untuk menciptakan drone pintar.
Setelah memiliki jumlah masukan dana yang cukup besar, ternyata Torquing dan timnya tidak memiliki keterampilan untuk memproduksi Zano secara massal.
“Direktur Torquing mengelola bisnis ini terlalu buruk dan menghabiskan uang dari Kicstarter semena-mena, tapi saya tidak menemukan bukti bahwa salah satu dari mereka menjadi kaya di hadapan orang banyak,” pungkas Harris.
Ini menjadi pertanyaan serius tentang keaslian video kampanye tersebut. Reedman menyangkal bahwa video itu menggunakan CGI, drone lain, atau tongkat selfie untuk membuat gambaran yang menipu.
Bahkan pada saat demo yang dihadirkan Agustus lalu, fitur Zano tidak selengkap yang ada pada video.
10 1 - Zano Drone Dituding Menipu, Ada Apa?
Pada produksi pertama Zano, ia tidak memberikan semua fungsi yang dijanjikan.
Torquing bukannya tidak jujur, namun mereka kurang mampu memanajemen produksi hingga menjadi masalah besar, produksi yang mangrak.
Kini para backers yang merasa kecewa berusaha untuk meminta pengembalian uang (refund) meski hal itu dirasa tidak mungkin karena Kickstarter tidak memiliki hak untuk memegang uang hasil kampanye Zano.
Kini tinggal menunggu keputusan dari Torquing sebagai pihak yang paling bertanggungjawab.
Sumber: BBC