Fujitsu Palm Vein
Pembuluh darah setiap orang unik sehingga cocok untuk keperluan autentikasi

Microsoft menyertakan sensor biometrik berupa pengenal wajah dan sidik jari pada Windows Hello. Meski keduanya saat ini sudah terbilang ‘cukup’ untuk keperluan sehari-hari, pihaknya masih terus membuka peluang kehadiran sensor biometrik baru. Kali ini, perusahaan asal Amerika Serikat itu menggandeng raksasa komputer asal Jepang, Fujitsu.

Fujitsu dalam dekade terakhir telah mengembangkan beberapa metode pengenalan tubuh sebagai akses masuk ke komputer. Salah satunya adalah dengan pembuluh darah pada telapak tangan.

Menurut salah satu kepala pengembang di Fujitsu, Akira Yonenaga menjelaskan bahwa pembuluh darah di bawah lapisan kulit sangatlah kompleks sehingga setiap orang memiliki karakteristik yang berbeda-beda.

Fujitsu Palm Vein Scan
Windows Hello memperkaya fiturnya hingga sensor pembuluh darah

“Pembuluh darah di bawah kulit sangat kompleks. Artinya itu sangatlah unik. Karena tertutup di bawah kulit, sangat sulit untuk mendapatkan informasi pembuluh darah orang lain. Jadi ini sangat kuat dan mencegah tindakan pemalsuan.” katanya.

Sementara itu pengenalan biometrik yang paling rentan ialah wajah yang dapat dengan mudah diduplikat. Walaupun sudah mengalami beberapa update keamanan, Windows Hello masih bisa dibobol dengan teknik foto, kecuali proses pembacaan menggunakan kamera kedalaman seperti Face ID.

Fujitsu menjanjikan sensor ini bekerja cepat dan akurat. Cukup arahkan telapak tangan di atas sensor, sinyal inframerah akan membacanya segera. Pembuluh darah ditandai dengan garis-garis jaringan berwarna hitam dan bisa dipakai untuk autentikasi Windows Hello.

Palm Vein Scan
Peta pembuluh darah pada telapak tangan

Bagaimana jika tangan seseorang dicuri untuk membuka akses? Menariknya, sensor juga memerlukan keberadaan hemoglobin yang dipompa bersama dengan darah. Ini tidak mungkin jika tangan seseorang sudah terlepas dari tubuhnya.

Saat ini beberapa perusahaan IT telah menggunakan teknologi PalmSecure, terutama pada perangkat laptop Windows 10 Pro yang diproduksi oleh Fujitsu. Sementara itu, untuk konsumen luas masih belum tersedia.

Dengan asumsi bahwa perangkat baru ditargetkan pada level perusahaan, kemungkinan teknologinya benar-benar akurat serta masih sangat mahal untuk dijangkau konsumen mainstream.