Atlas V Insight
InSight akan mempelajari kondisi geologis Mars, seperti gempa, mantel planet, dan intinya

Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) baru saja meluncurkan wahana pendarat InSight pada pukul 04.05 pagi waktu setempat di Vandenberg Air Force Base. Roket yang digunakan adalah Atlas V yang dimiliki oleh perusahaan peluncur United Launch Alliance (ULA).

Wahana InSight akan terlebih dahulu mengorbit Bumi sambil menunggu berada di sudut yang tepat untuk kembali menyemburkan roketnya. Di dalam roket juga masih ada penumpang kecil yakni satelit mini atau CubeSat yang dilepaskan di orbit Bumi.

Setelah berada di sudut yang diharapkan, mesin roket akan dinyalakan kembali untuk melepaskan diri dari gravitasi Bumi dan menuju Planet Merah.

Perjalanan dilaporkan bakal memakan waktu sekitar 6 bulan. InSight sendiri seharusnya sudah meluncur pada Maret lalu, namun ditunda hingga baru bisa dilaksanakan pada 5 Mei ini.

Setelah tiba di tujuan, InSight akan melakukan soft landing ke permukaan Mars. Wahana seharga $830 juta tersebut dilengkapi instrumen untuk meneliti kondisi geologis lebih akurat. Ini akan membantu peneliti memahami kondisi tanah di planet terdekat Bumi tersebut. InSight diharapkan bisa mengeksplorasi gempa di Mars yang disebut Marsquake.

Selain itu, InSight juga membawa 2,4 juta nama penduduk Bumi yang telah terdaftar. NASA secara rutin melakukannya saat akan mengirim wahana spektakuler ke ruang angkasa. Salah satunya dalam misi Parker Probe yang rencananya bakal dikirim ke orbit terdekat Matahari pada pertengahan tahun ini.

Berikut video siaran ulang NASA Mars InSight: