Mayoritas barang elektronik yang menggunakan baterai menggunakan material lithium-ion sebagai penyimpanan energinya. Meski termasuk ekonomis dan efisien, jenis baterai ini mudah meledak dan terbakar apabila terdapat cacat produksi. Tidak terkecuali sebuah laptop di ruang kantor meledak cukup hebat.

Laptop merek HP Envy tersebut sedang dalam pengisian daya di sebuah ruangan kantor pabrik plastik di Letchworth, Inggris. Steve Paffett, pemilik pabrik dan laptop tersebut mengakui ia meninggalkan laptop semalaman tanpa pengawasan.

Ledakan itu bak percikan kembang api yang menyebar ke seisi ruangan. Dalam waktu singkat, api melalap barang-barang di sekitarnya termasuk sejumlah dokumen. Paffett mengatakan ia mengetahui kejadian ini berkat alarm api yang dikirim ke rumahnya.

“Saya duduk di kursi sehari sebelum kejadian itu dan aku percaya itu akan menghancurkan wajahku atau membunuhku.” kata Paffett kepada koran lokal The Comet.

Laptop Exploded
Percikan api mengenai lantai dan menghanguskannya

Saat itu Paffett segera menelepon pemadam kebakaran sebelum ia bergegas menuju kantornya. Beruntung saat pemadam datang, api sudah lebih dulu dijinakkan dan tidak membakar seluruh bangunan.

Perusahaan Paffett memiliki asuransi sehingga ia mendapatkan kompensasi dan bisnisnya tetap bisa berjalan usai kejadian itu.

Pihak produsen laptop, HP pada Januari 2017 lalu telah menarik 100.000 laptop karena berpotensi terbakar. Mereka mengatakan ada cacat di bagian baterai yang rentan overheat dan menimbulkan percikan api. Laptop HP Envy yang menjadi sumber penyebab kebakaran ini juga salah satu yang cacat produksi namun terlanjur didistribusikan ke konsumen luas.

Hingga kini belum ada tanggapan dari pihak HP soal kebakaran yang melibatkan salah satu produknya.