Keripik ubur-ubur
Ketika kandungan airnya diekstrak, ubur-ubur memiliki tekstur yang mirip keripik

Jika pemanasan global kian parah, kentang tidak lagi bisa tumbuh dengan baik. Di saat yang sama populasi ubur-ubur meningkat drastis dalam beberapa tahun terakhir. Peneliti dari University of Southern Denmark  punya cara untuk memanfaatkan potensi ini.

Adalah Mie Thorborg Pedersen, ilmuwan makanan yang berhasil mengekstrak kandungan air dalam ubur-ubur sehingga dapat dijadikan keripik. Sebelumnya metode ini sudah dipakai beberapa negara di Asia untuk keperluan pangan, namun prosesnya memerlukan waktu 30 hingga 40 hari. Sementara Pedersen mengatakan ia hanya butuh beberapa hari saja.

Keripik ubur-ubur
Contoh aplikasi ubur-ubur sebagai subtitusi keripik kentang

Secara singkat metode yang dipakai melibatkan alkohol yang berperan mengeluarkan kandungan air. Ketika kering, ubur-ubur menjadi sangat tipis dan bertekstur renyah mirip kentang. Namun belum ada rasanya sehingga perlu ditambahkan bumbu.

Menurut Pedersen penelitian ini memiliki peluang besar untuk dijadikan pangan. Apalagi populasi ubur-ubur yang sangat melimpah di lautan. Selain itu keberadaan ubur-ubur kerap mengganggu nelayan saat mencari ikan. Dengan demikian penelitian ini mampu menjadi solusi untuk beberapa masalah.

Kamu dapat membaca jurnal penelitiannya yang diberi judul The International Journal of Gastronomy and Food Science.