Perusahaan taksi online asal Amerika Serikat, Uber secara diam-diam melakukan uji coba terhadap armada barunya, yakni mobil yang berjalan tanpa dikemudikan sopir.
Uber Advanced Technologies Center yang menjadi otak dibalik perkembangan mobil driverless pertama kali mengujicobakan proyeknya di sekitar Pittsburgh, wilayah dengan jalan-jalan yang sempit dan cuaca yang dinamis.
Dikutip dari situs web Uber, mobil Ford Fusion ini datang bersama dengan kemampuan self-driving. Ia dilengkapi dengan berbagai sensor seperti radar, pemindai laser, dan kamera resolusi tinggi untuk memetakan lingkungan.
Sementara Uber masih terus mengembangkan proyek self-driving, mereka fokus untuk memastikan bahwa kendaraan ini tetap aman bagi semua orang yang ada di jalan, termasuk pejalan kaki.
Uber Self-Driving
Mobil driverless Uber membawa sejumlah sensor di atasnya. (credit: trustedreviews.com)
Menurut data, kecelakaan mobil yang disebabkan kelalaian pengemudi mencapai 94% yang memakan jutaan nyawa setiap tahun.
Untuk itulah Uber menjanjikan transportasi yang aman demi menekan angka kecelakaan di jalan raya setiap tahunnya.
Walikota Pittsburgh, William Peduto merasa bangga atas inisiatif Uber untuk mengembangkan proyeknya di kota ini. Ia juga mengharapkan teknologi self-driving Uber dapat meningkatkan keselamatan jalan, mengurangi kemacetan, dan kehidupan kota yang lebih efisien dan cerdas.
Saat ini Uber masih harus mengejar Google yang telah lebih dahulu mengembangkan self-driving pada 2010 lalu. Kedua perusahaan ini tampak mendesak legalisasi mobil tanpa sopir di AS.
Sumber: Uber