Sepeda adalah salah satu alat transportasi yang tidak lekang oleh zaman. Meskipun telah hadir kendaraan bermotor yang menawarkan perjalanan lebih cepat dan tidak membuat lelah, sepeda punya daya tarik sendiri yang tidak dimiliki kendaraan lain.
Misalnya, menggunakan sepeda terasa lebih santai dan kamu tidak perlu membawa beban berat sehingga akan cocok untuk dipakai berkeliling atau menyusuri tempat-tempat menarik.
Saat ini sudah ada teknologi sepeda listrik dimana kamu bisa memilih untuk mengayuh atau menggunakan tenaga listrik dari baterai agar bisa melaju.
Tetapi pendekatan yang unik ditawarkan oleh GeoOrbital. Startup yang bermarkas di Inggris ini mengembangkan sebuah konsep sepeda elektrik yang terbilang aneh tapi nyata.
Secara garis besar, konsep ini hanyalah sebuah roda tunggal yang memiliki mesin dan baterai sebagai komponen penggeraknya.

Cara instan menggabungkan sepeda biasa dengan sepeda listrik

GeoOrbital Wheel

 

Konsep utama yang menjadikan produk bernama GeoOrbital Wheel ini ialah kemampuannya untuk menjadikan sepeda biasa sebagai sepeda listrik.
Pada roda ini telah terpasang mesin brushless motor dan baterai yang bisa memutar roda. Uniknya, ia tidak memiliki jari-jari namun ada tiga titik yang menjadi penyangga roda.
Menurut GeoOrbital sendiri proses instalasi hanya butuh waktu sekitar 60 detik untuk menggabungkan roda GeoOrbital dengan sepeda konvensional.
Satu buah baterai bisa memberikan tenaga untuk jarak sejauh 80 kilometer. Namun akan lebih hemat jika pengendara lebih banyak mengayuh.

Fitur ban anti bocor sehingga kamu tidak perlu repot datang ke tukang tambal ban

GeoOrbital Electric Wheel
Beberapa titik jalan di Indonesia masih belum bersih dari aksi tukang tambal ban nakal yang sengaja menebar paku, berharap ada yang kena dan datang ke tempat mereka untuk memperbaikinya.
Namun ancaman ban bocor bisa diatasi dengan ban berbahan busa. GeoOrbital juga mengadopsi bahan ini untuk diterapkan dalam roda yang satu ini.
Berkat bahan tersebut, benda tajam seperti paku bukan sebuah masalah. Di sisi lain, ban ini juga kuat menghadapi tekanan seperti ketika sepeda harus melalui jalur berbatu.

Baterai smartphone habis? Manfaatkan baterai yang ada pada GeoOrbital Wheel

GeoOrbital Wheel

 

Baterai Lithium-Ion Panasonic 36V yang merupakan versi dengan kualitas tertinggi tidak hanya sanggup memberikan daya untuk jarak puluhan kilometer, tetapi juga memberi tenaga untuk smartphone kamu.
Baterai ini memiliki stopkontak USB yang bisa kamu pakai untuk mengisi ulang daya smartphone. Apalagi kapasitasnya yang besar dijamin cukup untuk mengisinya berkali-kali.

 

 

Selama beberapa tahun terakhir GeoOrbital Wheel telah dikembangkan dan tahun ini telah memantapkan bentuknya. Selama bulan Mei dan Juni masih dalam tahap penggalangan dana.
Harga GeoOrbital Wheel ini dipatok mulai $499 atau Rp 6,7 jutaan. Harga ini sudah termasuk biaya pengiriman ke semua negara, termasuk Indonesia.
Rencananya, November 2016 mendatang GeoOrbital Wheel akan tiba di tangan konsumen yang telah melakukan pre-order sebelumnya.
Kamu tertarik untuk memiliki roda ini?

Sumber: GeoOrbital