Moon Landing
Misi ke Bulan akan segera kembali dilakukan (credit: NASA)

Badan antariksa Amerika Serikat atau sering disebut NASA pernah memiliki proyek ke Bulan hampir 50 tahun lalu. Setelah sekian lama, Presiden Donald Trump meresmikan misi mengirim manusia ke satu-satunya satelit alami Bumi itu.

Dikutip dari CNN, misi tersebut bukan sekedar untuk menancapkan bendera di permukaan Bulan seperti yang pernah dilakukan puluhan tahun lalu. Tetapi, kata Trump NASA akan membangun pondasi untuk transit  dalam rangka perjalanan menuju Planet Merah, Mars.

“Ini menandai sebuah langkah penting dalam mengirim kembali astronot Amerika ke Bulan untuk pertama kalinya sejak 1972 untuk eksplorasi. Kali ini kita tidak hanya menanam bendera dan meninggalkan jejak kaki. Kita akan membangun fondasi untuk misi ke Mars dan mungkin suatu hari melampauinya,” kata Trump dalam sebuah pidato di Gedung Putih.

Trump NASA
Trump dalam kampanye 2016 pernah mengatakan ia akan mendukung misi berawak ke Bulan (credit: CNN)

Dalam penandatanganan itu hadir pula Harrison Schmitt, astronot ke-12 misi Apollo. Trump berjanji bahwa Schmitt tidak akan menjadi orang terakhir yang pernah kesana.

NASA sendiri sudah menyiapkan calon stasiun luar angkasa yang nantinya mengorbit di Bulan. Peluncuran diperkirakan dilakukan pada 2019 menggunakan roket Space Launch System, hasil kerjasama dengan Boeing dan Lockheed Martin.

Alasan utama mengapa program berawak ke Bulan terhenti ialah budget NASA yang terus mengalami depresiasi. Sebelumnya pada era Obama, wacana ini sempat menyeruak namun dibatalkan karena dianggap membebani anggaran.

Terkait kapan astronot akan dikirim kembali ke Bulan, belum ada jadwal pasti. Namun tampaknya Trump tengah ingin mengalahkan China yang memiliki misi serupa dalam kurun 5 tahun ke depan. Siapapun yang lebih dulu, namun yang pasti akan menjadi titik penting dalam eksplorasi manusia di luar angkasa.