Toyota Prius
Toyota telah memiliki beberapa armada elektrik, ke depannya semua produksi tidak lagi menggunakan BBM (credit: Brian Kerse)

Satu per satu perusahaan otomotif memasukkan desain mobil elektrik dalam target penjualannya. Setelah sebelumnya Volvo mengumumkan berhenti memproduksi mobil BBM pada 2019, kini raksasa asal Jepang, Toyota berniat mengikuti langkah tersebut.

Lewat pengumuman di Newsroom Toyota, perusahaan hanya akan memproduksi mobil bertenaga listrik untuk semua jajaran produknya, termasuk Lexus yang berdiri di bawah naungan bendera Toyota. Pihaknya juga mulai melakukan kampanye mobil elektrik antara 2020 hingga 2030.

Saat ini data penjualan menunjukkan Toyota merupakan merek paling laris di antara produsen mobil lainnya. Beberapa kendaraan elektrik yang akan dijual adalah hybrid electric vehicle (HEV), plug-in hybrid electric vehicle (PHEV), battery electric vehicle (BEV), dan fuel cell electric vehicle (FCEV).

Pada 2030, Toyota menargetkan menjual lebih dari 5,5 juta kendaraan elektrik. Pengembangan infrastruktur untuk menunjang jenis kendaraan tersebut juga akan dilakukan.

Termasuk daur ulang baterai serta kolaborasi dengan pemerintah dan perusahaan lainnya untuk mewujudkan transportasi bebas emisi gas buang.

Kebijakan ini semata-mata bukan mengikuti tren yang terjadi belakangan ini. Tetapi komitmen perusahaan untuk memperbaiki lingkungan, seperti pemanasan global, polusi udara, dan keterbatasan sumber daya alam (fosil).