Intel Shooting Star Drone
Atraksi sekaligus pemecahan lebih dari 1.200 drone diterbangkan sekaligus

Bayangkan sebuah kembang api yang bisa kamu kontrol bentuknya ketika mengudara. Seperti itulah ide di balik proyek Intel Shooting Star, dimana drone-drone berbekal lampu LED diterbangkan sambil membentuk formasi yang telah diprogram.

Kali ini Intel mendapat amanah untuk memeriahkan Pembukaan Olimpiade Musim Dingin 2018 di PyongYang, Korea Utara. Dalam acara tersebut, koreografi drone membentuk lambang olimpiade, pemain papan luncur salju, dan burung yang mengepakkan sayapnya.

Shooting Star sebelumnya mencatatkan rekor dengan 100 drone yang diterbangkan sekaligus, kemudian naik menjadi 500, sebelum akhirnya disalip oleh Ehang Ghost Drone dengan 1.000 drone. Kini Intel kembali mencatatkan namanya sebagai yang tertinggi melalui 1.218 unit drone saat perhelatan berlangsung.

Intel Shooting Star Olympic 2018
Lampu LED di bagian bawah drone

Intel telah beberapa kali dipercaya untuk mengisi acara publik, termasuk Countdown Asian Games 2018 yang berlangsung di Jakarta kemarin.

Terlepas dari keberhasilan Shooting Star memeriahkan Pembukaan Olimpiade Musim Dingin 2018 pada 9 Januari kemarin, tetapi Intel mengakui performanya saat itu tidak maksimal. Karena masalah “perubahan logistik mendadak”, koreografi yang tampil adalah versi rekaman dan bukan disiarkan langsung di televisi.

Tetapi minimal pencapaian rekor sudah berada di dalam genggaman. Guinness World Records mencatatnya sebagai “jumlah drone terbanyak yang terbang bersamaan”. Ke depannya, Intel akan terus meningkatkan teknologi ini. Pihaknya juga sudah memiliki jadwal untuk tampil di Olympic Games 2024 nanti, mungkin saja jumlahnya akan lebih besar.

Berikut video Intel Shooting Star dengan 1.218 drone: