Wheelys 247 Store

Datang ke sebuah toko atau minimarket, kita sudah disambut oleh sapaan ramah petugas toko sembari membukakan pintu. Setelah berbelanja, kita akan digiring ke kasir yang siap memproses pembayaran.

Tetapi keramahan petugas toko tidak hadir pada sebuah toko bernama Wheelys 247 yang bertempat di Shanghai, Tiongkok. Bagaimana tidak, toko yang dibuat oleh perusahaan asal Swedia tersebut menganut sistem otomatis alias tidak ada pegawai yang bekerja disana.

Wheelys 247 Store
Produk di dalam toko ini dibalut kemasan yang sama

Sebelumnya Wheelys sempat memproduksi kafe berjalan (kita menyebutnya gerobak penjual makanan) dengan harga murah serta fasilitas yang memadai. Hasilnya produk tersebut terhitung cukup sukses dengan terjual di lebih dari 60 negara.

Kali ini Wheelys mencoba konsep berbeda, tetap berjualan hanya saja tidak ada petugas toko yang siap membantu pembeli. Pembeli datang sembari membawa smartphone yang terinstal aplikasi khusus toko itu. Kemudian memindai barcode dimana tersimpan informasi nama produk serta harga yang dipatok.

Wheelys 247 Store
Masing-masing produk telah disematkan barcode yang menjadi identitasnya sendiri

Setelah sibuk berbelanja kamu tidak perlu datang ke kasir. Cukup keluar dari toko dan sistem secara otomatis menarik uang dari saldo kartu kredit. Wheelys 247 berjalan otomatis, dibuka setiap hari selama 24 jam.

Toko tanpa pegawai ini bertujuan untuk mengakomodasi kaum urban yang tidak punya banyak waktu untuk berbelanja. Dengan menyuntikkan sistem otomatis, maka pembeli tidak perlu menunggu lama untuk mengantre di kasir.

Untuk urusan keamanan, pihak perusahaan sudah memasang sejumlah CCTV untuk mencegah terjadinya pencurian.

Selain Wheelys, Amazon juga punya konsep serupa yang akan diimplementasikan tahun mendatang. Tetapi Wheelys sudah lebih dulu membuka toko tanpa pegawainya dalam tahap beta-testing.

Wheelys 247 Store
Apakah konsep ini merupakan solusi? Bisa saja tidak

Mungkin saja di masa depan akan lebih banyak toko mengadopsi sistem seperti ini. Tidak ada lagi pegawai yang siap melayani calon pembeli. Semua bergerak otomatis dan instan. Kamu bisa menghemat lebih banyak waktu dengan konsekuensi kehilangan kontak sosial yang biasanya terjadi.

Manusia tetaplah makhluk sosial yang harus berhubungan dengan orang lain, meski kadang ada perlakuan pegawai toko yang sebenarnya kurang menyenangkan, seperti uang kembalian yang disulap menjadi permen misalnya.

Berikut video dari Wheelys 247: