Nanjing Vertical Forest

Sementara arsitektur di seluruh dunia membangun gedung bergaya futuristik, arsitek asal Italia, Stefano Boeri memilih desainnya sendiri yang lebih merujuk kepada gaya natural.

Boeri dikenal sejak konsep Bosco Verticale buatannya direalisasikan di Milan. Kini ia mengemban tugas yang sama, yakni membangun hutan vertikal di Nanjing, Tiongkok.

Nanjing Vertical Forest
Prototipe dari hutan vertikal buatan Boeri sudah sukses di Milan

Nanjing Vertical Forest bakal dibangun setinggi 200 meter, sementara menara kedua setinggi 108 meter. Hampir seluruh menara ini nantinya akan ditutupi 600 pohon besar, 500 medium, serta 2.500 tanaman merambat dan semak yang menutupi daerah 6.000 meter persegi.

Nanjing Vertical Forest
Nanjing Vertical Forest akan dilengkapi fasilitas gedung pada umumnya

Bangunan yang akan menjadi hutan vertikal pertama di Asia tersebut akan menjadi markas bagi beberapa kantor, hotel, toko retail, restoran, balai pertemuan, penyelenggaraan acara, hingga sekolah arsitektur hijau.

Menurut situs resmi Stefano Boeri, Nanjing Vertical Tower mampu mengurangi 25 ton karbon dioksida per tahun serta memproduksi 60 kilogram oksigen dalam sehari.

Nanjing Vertical Forest
Tujuan akhirnya yakni untuk mereduksi polusi udara

Konsep bangunan seperti ini diklaim sangat lingkungan karena tidak mengurangi lahan hijau, justru pepohonan yang meliputi menara lebih luas dibanding tanah bangunan itu sendiri.

Nanjing Vertical Forest diharapkan selesai pada 2018. Selanjutnya Tiongkok akan membangun menara serupa di beberapa kotanya seperti Shijiazhuang, Liuzhou, Guizhou, Shanghai dan Chongqing.

Sumber: Stefano Boeri