MVP

Sepakbola Amerika atau American Football memang punya sistem permainan yang berbeda dari sepakbola pada umumnya.

Olahraga yang merupakan variasi dari rugby ini mengandalkan kekuatan fisik. Hanya sesekali saja bola ditendang, selebihnya para pemain antara kedua kubu harus jatuh-menjatuhkan untuk merebut bola.

Akibat dari tingginya resiko cidera saat latihan, tim dari Dartmouth akhirnya menggunakan robot yang dibuat oleh insinyur Darthmouth College.

MVP
Robot ini jadi “samsak” berjalan yang boleh diperlakukan secara kasar

Robot bernama MVP (Mobile Virtual Player) ini dirancang untuk menerima dorongan keras. Namun uniknya ia bisa berdiri kembali setelah terjatuh. Mirip seperti mainan weeble wobble.

MVP dapat bergerak lincah, melaju dengan kecepatan 32 kilometer per jam. Setara dengan rata-rata kecepatan lari pemain.

MVP
Kontrolnya mirip seperti mainan RC

Sementara untuk kontrol sepenuhnya ada di tangan pelatih. Ia akan mengendalikan pergerakan robot sembari memberi instruksi kepada pemain saat berlatih.

Namun MVP dapat bergerak secara mandiri berkat adanya sensor canggih yang mampu membaca lingkungan. Ia mampu berlari menghindari kejaran banyak pemain sekalipun.

MVP
Meski hanya sebuah robot, namun kelincahannya tidak bisa diremehkan

Berkat kehadiran MVP, potensi cidera saat latihan dapat dikurangi. Quinn Connell selaku cofounder mengatakan robotnya akan terus dikembangkan supaya lebih cerdas dan bisa sepenuhnya otomatis.

Sumber: Mobile Virtual Player