Tesla Model 3 Park
Tesla akhirnya mencapai kapasitas produksi maksimal untuk varian mobil elektrik murah Model 3 (Via: Electrek)

Usai kerja keras melelahkan dan perubahan demi perubahan pada jalur produksi, produsen mobil elektrik Tesla akhirnya mencapai kapasitas produksi 5.000 unit Model 3 per minggu serta 2.000 unit Model S dan Model X. Hal ini dikonfirmasi sang CEO, Elon Musk seperti yang dilaporkan oleh Electrek.

“Kita tidak hanya berhasil mencapai produksi 5.000 Model 3 per minggu, tapi juga targetr produksi S & X sehingga dikombinasikan menjadi 7.000 kendaraan per minggu!” kata Musk.

Proses produksi mobil listrik murah Model 3 awalnya ditargetkan mencapai 5.000 unit per minggu pada akhir 2017. Namun akibat jalur produksi yang mandek, perusahaan otomotif muda ini hanya bisa mengirim beberapa ratus unit saja setiap pekan. Padahal ada lebih dari 400.000 pemesan Model 3 yang telah menunggu berbulan-bulan.

Musk mengundur target ambisius tersebut hingga kuartal kedua 2018 atau pada Juni. Tenggat waktu itu lebih lambat 6 bulan dari yang seharusnya. Sebagian pemesan membatalkan ordernya sementara yang lain tetap setia menunggu. Bahkan Tesla Model 3 tercatat menjadi sedan paling laris di AS.

Meski telah mencapai tahap produksi maksimal, sebagian pemesan baru akan menerima mobilnya pada 2019 mendatang. Terhitung masih harus bersabar, tetapi kabar ini cukup menggembirakan baik untuk Tesla maupun konsumen.

Musk yang baru saja merayakan ulang tahunnya ke 47 juga menjelaskan kepada investor bahwa perusahaannya siap mendulang laba usia dalam dua tahun terakhir merugi miliaran dolar hingga disebut-sebut akan bangkrut.

Tesla Model 3 sendiri punya jarak tempuh hingga 500 km dalam sekali pengisian daya. Mobil keluarga tersebut dibanderol antara 466 hingga 486 juta rupiah per unit.