Japan Drone
Ilustrasi drone yang akan bersihkan ruang kantor dari pekerja overtime (credit: The Verge)

Masyarakat Jepang dikenal dengan budaya etos kerjanya yang ekstrim, melebihi negara manapun di Bumi. Bagi pekerja di Negeri Sakura tersebut, pulang saat jam kerja selesai merupakan tindakan yang memalukan. Maka tidak heran banyak di antara mereka yang bertahan di kantor sampai larut malam.

Sayangnya kebiasaan ini juga tidak baik bagi kehidupan mereka. Waktu berkumpul dengan keluarga lebih minim, hiburan nyaris tidak didapat, dan masalah lain yang berujung pada depresi hingga bunuh diri.

Perusahaan keamanan Taisei dan raksasa telekomunikasi NTT mengembangkan drone patroli yang akan beroperasi di setiap ruangan kantor, untuk mengganggu karyawan yang bekerja melewati waktu standar.

Menurut laporan dari Japan Times, drone dilengkapi sensor pembaca lingkungan sehingga bisa beroperasi di dalam gedung tanpa GPS. Selain itu tersedia ospi membuat jalur penerbangan, sehingga drone akan terbang secara otomatis menuju titik-titik yang ditentukan.

Pihak pembuat drone mengatakan akan menambah kemampuan pengenal wajah pada kamera. Data itu nantinya disimpan sehingga diketahui siapa saja karyawan yang ‘bandel’ tidak mau pulang pada waktunya.

Apa rencana ini efektif?

Menanggapi potensi penggunaan drone untuk memaksa karyawan pulang, profesor dari University of Shizuoka mengatakan ini tidak akan membantu.

“Apakah ini akan membantu? Jawaban pendeknya, tidak,” katanya dalam wawancara dengan BBC. Ia memastikan masalah bekerja¬†overtime bukan murni karena budaya, tetapi juga beban kerja yang berat.

Sekalipun karyawan berhasil ‘diusir’ pulang oleh drone, besar kemungkinan mereka akan membawa pekerjaannya ke rumah. Walaupun agak diragukan, tetapi hasil pastinya ada setelah drone dioperasikan pada April mendatang.