Stetoskop Kamera
Aliran darah di tubuh bisa dibaca dengan kamera khusus

Apakah stetoskop saat ini yang biasa mengantung di leher dokter akan menjadi alat yang usang? Jawabannya, bisa jadi. Ilmuwan dari Utah State University sedang mengembangkan kamera dan perangkat lunak untuk memantau detak jantung pasien. Cara ini memungkinkan dokter tidak perlu melakukan kontak fisik dengan pasien.

Sistem ini memanfaatkan perubahan warna kulit saat darah dipompa kesana. Mata manusia tidak bisa melihat dinamika warna tersebut, tetapi kamera khusus cukup sensitif untuk menemukan perbedaannya.

Kamera kemudian mengirim video real-time ke komputer, dimana software bertugas memperjelas gambar agar dapat dengan mudah dianalisa dokter.

“Hemoglobin di darah menyerap warna hijau, jadi ketika jantung memompa darah ke arteri dekat kulit, mayoritas warna hijau akan terserap dan lebih sedikit yang dipantulkan. Dengan begitu kita bisa melihat lebih sedikit warna hijau di gambar dari kamera.” kata Dr. Jake Gunther yang mengerjakan proyek tersebut.

Di sisi lain, software juga bertugas mencari daerah kulit mana yang lebih tembus pandang terhadap kamera, misalnya di wajah, leher, atau lengan. Aplikasi teknologi ini dikhususkan pada bayi, peralatan olahraga, dan keperluan rumah sakit.