Lilium Jet
Taksi terbang akan menjadi moda transportasi alternatif di kota-kota besar

Mode transportasi udara tengah dikembangkan secara serius dalam beberapa tahun terakhir. Tentunya tidak dalam skala besar seperti pesawat, namun kendaraan personal untuk kebutuhan komuter. Beberapa diantaranya seperti Ehang 184, Airbus Pop.Up, dan perusahaan asal Jerman bernama Lilium.

Beberapa bulan lalu perusahaan penerbangan tersebut berhasil melakukan uji coba Lilium Jet pada sebuah lapangan terbang di Munich. Kendaraan dengan dua penumpang ini menggunakan listrik sebagai sumber energinya.

Lilium Jet dapat melakukan take-off secara vertikal kemudian terbang secara horizontal. Cara ini akan mengurangi konsumsi energi serta jarak tempuh yang lebih jauh. Di tahap awal perusahaan mengatakan taksi terbang ini dapat mencapai kecepatan 300 kilometer per jam. Setara dengan Jakarta ke Bogor dalam 10 menit.

Lilium Jet
Berkat sistem VTOL, Lilium Jet tidak perlu landasan pacu untuk take-off dan mendarat

Proyek Lilium telah menerima pendanaan sebesar $90 juta USD atau hampir Rp 2 triliun. Beberapa invstor seperti Tencent, Atomico, dan Obious Ventures yakin Lilium Jet akan tiba sesuai ekspetasi pasar. Dana ini akan digunakan untuk pengembangan hingga peluncuran yang direncanakan pada 2019.

“Kami terus merekrut bakat terbaik dalam bidang aeronautika, fisika, listrik, dan ilmu komputer untuk bergabung dalam penerbangan ini, dimana satu-satunya batasan adalah hukum fisika.” kata Daniel Wiegand, CEO dan Co-Founder Lilium dalam rilisnya.

Sebagaimana taksi online yang beredar saat ini, Lilium Jet dapat dipesan melalui smartphone. Penumpang akan diantarkan ke tempat tujuan secara otomatis.