Lilium Jet

Banyak dari kita sudah kenyang dengan berita rencana pembuatan mobil terbang komersial. Namun hingga dekade ini belum ada yang benar-benar terbang lalu lalang melintasi kota. Sementara konsep mobil terbang semakin redup, taksi terbang hadir dengan penawaran yang lebih rasional serta lebih mungkin untuk diterapkan di dunia nyata.

Setelah Ehang 184 yang memastikan diri akan beroperasi di Dubai pada pertengahan tahun ini, giliran Lilium Aviation Jet, perusahaan asal Jerman yang mengklaim segera menerbangkan armadanya pada 2019 mendatang. Hal ini mereka ungkap setelah sukses mengujicobakan Lilium Jet di sebuah lapangan terbang di Munich.

Lilium Jet
Kesuksesan perdananya menjadi modal utama bagi Lilium Jet untuk segera dioperasikan secara komersial

Lilium Jet adalah kendaraan terbang dengan dua kursi yang memungkinkan take-off secara vertikal (VTOL). Taksi terbang ini ditopang oleh jet dengan 36 kipas yang tenaganya bersumber dari listrik. Jet tersebut dapat diarahkan sesuai kebutuhan, misal untuk take-off, terbang, atau mendarat.

Jika versi finalnya rampung, kendaraan ini mampu menempuh kecepatan 300 kilometer per jam. Sebagai gambaran, dari Semarang ke Surabaya bisa ditempuh dalam 1 jam, berbanding kendaraan darat yang akan menyita waktu perjalanan selama lebih dari 7 jam, belum termasuk potensi kemacetan yang sudah lumrah terjadi.

Lilium Jet
Ramah lingkungan, aman, dan dapat diandalkan, setidaknya prinsip itu akan menjadi slogan Lilium Jet

Selain lebih ramah lingkungan, Lilium Jet diklaim hanya mengkonsumsi 10 persen energi jika dibandingkan taksi terbang model quadcopter. Pihak Lilium  menyebut masing-masing motor berfungsi secara mandiri untuk mencegah kegagalan mesin. Bahkan ketika baterai tiba-tiba mati, sistem sudah dibekali kemampuan safe landing.

Salah satu petinggi Lilium, Daniel Wiegand mengatakan selagi mengoptimalkan versi 2 penumpang, mereka juga mulai mendesain Lilium Jet dengan 5 penumpang.

Berikut video uji coba perdana Lilium Jet: