Diodon

Merekam wilayah perairan menjadi salah satu target yang selalu ingin dicapai oleh para pecinta video aerial. Mereka bahkan berani ambil resiko dengan take-off di atas kapal yang sekaligus menjadi lokasi pendaratan. Bagi pilot drone profesional, mendarat di atas kapal bukan sesuatu yang menyulitkan, namun pilot dengan jam terbang pendek mungkin akan berpikir dua atau tiga kali sebelum benar-benar melakukannya.

Perusahaan asal Perancis, Airvada mengumumkan drone berjenis hexacopter yang diberi nama Diodon. Tidak seperti drone pada umumnya yang memiliki kaki, Diodon justru memanfaatkan seluruh tubuhnya sebagai penopang saat mendarat.

Diodon
Dikatakan bahwa pompa elektrik sudah termasuk dalam paket penjualan drone ini

Lengan Diodon bisa dilipat sehingga tak sulit untuk disimpan dalam wadah minimalis. Namun bukan itu nilai jual utamanya. Drone yang dipamerkan di ajang Sofins 2017 ini membawa lapisan seperti perahu karet dimana udara dapat dipompa ke dalamnya.

Dengan begitu drone tidak akan tenggelam alias mengambang di permukaan air. Tentunya seluruh komponen Diodon juga dirancang kedap air. Menerbangkannya di kala hujan tetap bisa dilakukan.

Diodon tersedia dalam tiga versi dengan ukuran dan durasi penerbangan yang bervariasi. Tetapi secara garis besar teknologi dan fitur utamanya tetap sama.