Singulato iS6
Punya kemampuan setara Model X, Singulato iS6 patok harga jauh lebih murah

China merupakan negara pemesan mobil elektrik Tesla terbanyak, hal ini tidak lain dari revolusi energi bersih yang tengah terjadi di Negeri Tirai Bambu tersebut. Tesla Model X yang merupakan varian SUV sangat digemari disana berkat permintaan yang terus bertambah, meski harganya terhitung cukup mahal.

Baru-baru ini sebuah startup asal China, Singulato Motors mendapat pendanaan senilai $2.4 miliar atau setara Rp 32 triliun. Perusahaan tersebut sedang berfokus pada pengembangan SUV elektrik sejak beberapa tahun terakhir.

Pada 2016, Singulato Motors merilis video purwarupa SUV bergaya futuristik dengan dua pintu yang diangkat ke atas. Namun konsep tersebut akhirnya diganti dengan Sungulato iS6 yang lebih masuk akal untuk diimplementasikan.

Mobil tersebut memiliki interior minimalis khas Tesla dengan layar sentuh besar di dasbor. Kunci tidak diperlukan karena aktivasi mesin menggunakan sidik jari. Selain itu, fitur asisten digital juga tampaknya dibenamkan pada iS6. Bahkan mampu terhubung dengan perangkat smart home.

Singulato iS6 EV
Interior iS6

Untuk saat ini, Singulato iS6 dilaporkan memiliki jarak tempuh 400 km dengan akselerasi 0-100 km/jam dalam 4 detik. Uniknya, spesifikasi tersebut mirip dengan Tesla Model X varian 100D.

Namun apabila berbicara soal harga, Singulato iS6 hanya mematok $48.000 atau Rp 657 juta. Sedangkan Model X untuk varian paling rendah mencapai lebih dari Rp 1 miliar. Meski begitu, iS6 masih punya saingan yang tak kalah canggih bernama Byton, SUV elektrik buatan China lainnya yang dimiliki oleh perusahaan Amerika Serikat.

Sementara manufaktur otomotif berbondong-bondong membangun pabrik di negara dengan upah minimum, Tesla masih bertahan di negeri asalnya dimana biaya pekerja terhitung tinggi.

Jika trend ini tidak diantisipasi, bukan tidak mungkin Tesla akan kalah saing oleh produsen China akibat harga yang lebih murah.

Profil lebih jauh tentang Singulato iS6 ada pada video berikut: