Chinasat-9A Satellite
Peluncuran satelit penyiaran televisi milik China berjalan normal namun terjadi masalah di orbit

Mengirimkan suatu benda ke angkasa adalah proses yang rumit. Tidak mengherankan apabila banyak orang terlibat untuk menyelenggarakan proyek ini. China merupakan salah satu negara dengan prestasi bidang antariksa terbaik, namun namanya tercoreng kala meluncurkan satelit penyiaran Chinasat-9A pada 18 Juni lalu.

Dilansir dari Space Flight Now, kabar ini datang dari China National Space Administration (CNSA), pihaknya mengakui satelit yang dibuat oleh China Academy of Space Technology tersebut tidak mengorbit pada jalur yang direncanakan.

Satelit penyiaran televisi diharuskan mengorbit di zona geostasioner dengan tinggi sekitar 36.000 kilometer yang mana pada zona tersebut satelit akan terpaku pada wilayah geografis yang sama selama 24 jam. Jika lebih tinggi atau lebih rendah maka fungsi utama satelit tidak bisa dijalankan.

Chinasat-9A Satellite
Long March 3B mengangkut muatan seberat 5 ton ke angkasa

Peluncuran Chinasat-9A berlokasi di Xichang Space Center pada malam hari. Peluncuran awal (lift off) menggunakan roket Long March 3B, kemudian booster dan stage pertama dilepas setelah beberapa menit. Setelah berjalan 6 menit, stage kedua dilepas dan menunggu stage ketiga untuk mengaktifkan roket pendorong.

Setelah berada di orbit rendah, mesin stage ketiga menyala dan segera mengantarkan satelit ke ketinggian 36.000 kilometer dari permukaan Bumi. Namun sayang sebelum mencapai orbit yang direncanakan, mesin sudah mati dan satelit sudah terpisah dari stage ketiga. Terkait masalah ini CNSA mengatakan pihaknya sedang dalam investigasi.

Chinasat-9A Satellite, Long March 3B Rocket
Stage ketiga yang merupakan roket terakhir satelit mengalami kerusakan

CNSA belum memberikan informasi dimana posisi dan ketinggian orbit Chinasat-9A. Tetapi Joint Space Operations Center memperkirakan satelit berada di titik tertinggi (apogee) 16.000 kilometer dan titik terendah (perigee) 200 kilometer. Dengan demikian satelit masih sangat jauh dari target 36.000 kilometer.

Chinasat-9A Satellite
Chinasat-9A berada di orbit elips dengan diferensiasi ketinggian yang begitu ekstrim

Ditambah lagi di ketinggian 200 kilometer masih terdapat sedikit molekul udara yang dapat memperlambat satelit (atmospheric drag) dan membuatnya jatuh ke Bumi, meski perlu waktu yang cukup lama.

Sebagian pihak menduga bahan bakar roket habis dalam perjalanan, namun klaim tersebut tidak akurat mengingat Long March 3B membawa lebih banyak bahan bakar dari yang dibutuhkan.

Chinasat-9A Satellite, Long March 3B Rocket
China mengalami kerugian yang amat besar dalam insiden ini

Kini Chinasat-9A masih menggantung di angkasa. CNSA menyebut panel surya masih berfungsi baik. Satu-satunya cara untuk membawa satelit ke orbit geostasioner ialah dengan sistem pendorong bawaan. Sayangnya hal ini berarti mengurangi umur satelit sendiri.

Satelit Chinasat-9A membawa 24 transponder yang dirancang untuk penyiaran televisi dan layanan media lainnya, terutama untuk China, Hongkong, Macau, Taiwan, dan perusahaan yang terlibat.