Falcon Heavy Static Fire
Sesaat sebelum 27 mesin pendorong dinyalakan

Falcon Heavy merupakan roket yang paling diantisipasi peluncurannya awal tahun ini. Selain statusnya yang akan menjadi roket terkuat di dunia, ketiga booster akan mendarat kembali ke Bumi setelah berada di luar angkasa.

SpaceX baru saja menyelesaikan pengujian singkat static fire pada Falcon Heavy di Kennedy Space Center, tempat yang sama dimana Apollo 11 berdiri pada 1969 lalu. Pengujian ini memperlihatkan 27 Merlin Engine beroperasi sekaligus untuk memastikan seluruh fungsinya bekerja sesuai mekanisme yang ada.

Mesin roket hanya menyala selama beberapa detik, namun memperlihatkan efek gumpalan uap air yang begitu besar. Roket berwarna putih cemerlang setinggi 70 meter tersebut terkesan sangat kecil jika dibandingkan asap di sampingnya.

Falcon Heavy Rocket
CEO SpaceX, Elon Musk menyebut ini sebagai awan petir

Elon Musk turut berkomentar soal hasil tersebut dan memberikan sedikit informasi tentang jadwal peluncuran perdana.

“Pembakaran mesin dengan penambat pada Falcon Heavy pagi ini terlihat bagus. Menghasilkan awan petir yang besar. Peluncuran kira-kira dalam seminggu ini.” tulis Musk dalam sebuah tweet yang diposting sekitar sejam setelah pengujian.

Itu artinya roket diperkirakan sudah meninggalkan titik peluncuran pada akhir Januari ini, atau paling lambat awal Februari. Tetapi sebelumnya Musk menjanjikan tidak ada penundaan lagi.

Falcon Heavy akan membawa mobil sport elektrik Tesla Roadster milik Musk ke Mars dan mengorbit di sana selama milyaran tahun. Peluncuran ini merupakan bagian awal dari rencana selanjutnya SpaceX untuk mengirim astronot ke ISS dan dua turis ke Bulan tahun 2018 ini.

Video singkat static fire pada Falcon Heavy: