Yusaku Maezawa

SpaceX telah lama dikabarkan berencana mengirim penumpang komersial menuju Bulan. Namun, nama penumpang tersebut masih rahasia sampai pihak perusahaan akhirnya mengumumkan identitasnya pada jumpa pers di

Melalui siaran pers resmi, ternyata ia bukanlah orang Amerika, melainkan dari Asia. Lantas, siapa namanya? Apa yang membuatnya terobsesi ingin mengunjungi ke Bulan?

Yusaku Maezawa jadi wisatawan pertama ke Bulan

Yusaku Maezawa sendiri adalah seorang pengusaha terkenal sekaligus seniman asal Jepang yang menaungi perusahaan fashion Zozotown. Pria kelahiran 1975 ini akan diluncurkan menggunakan Big Falcon Rocket (BFR) yang masih dikembangkan SpaceX hingga saat ini.

“Akhirnya, saya bisa beritahukan kepada anda bahwa saya memilih pergi ke Bulan!” kata Maezawa dalam konferensi pers di markas SpaceX.

Menuju luar angkasa, mengitari Bulan selama seminggu

Dengan jarak rata-rata 384.000 km dari Bumi, perjalanan ke Bulan pastinya akan memakan waktu cukup lama. SpaceX mengatakan penumpang akan berada di angkasa selama seminggu sebelum akhirnya bertolak pulang.

Di dalam wahana BFR sudah tersedia berbagai fasilitas penunjang kehidupan. Penumpang juga tidak perlu mengambil kontrol sebab roket sudah diprogram untuk beroperasi secara otomatis.

Bukan cuma sendirian, Maezawa sudah booking 8 kursi

Tidak tanggung-tanggung, Maezawa sudah membayar untuk 8 penumpang lainnya yang akan ikut bersama dia. Ia mengatakan orang-orang yang akan diajak adalah seniman dari berbagai negara yang diharapkan saat pulang dapat membuat karya yang menginspirasi dunia, khususnya dalam tema eksplorasi manusia.

“Seniman ini akan diminta untuk membuat sesuatu setelah mereka kembali ke Bumi, and karya-karya ini akan menginspirasi mimpi kita semua.” kata Maezawa.

Secara spesifik, seniman-seniman itu mewakili bidang yang berbeda, seperti musisi, pelukis, direktur film, desainer fashion, dan sebagainya.

Elon Musk akui Maezawa berkontribusi dalam pengembangan BFR

Saat ditanya berapa biaya yang ia keluarkan dalam proyek ambisius ini, Maezawa menolak menjawab. Namun Musk menjelaskan bahwa kontribusi dana dari sang calon wisatawan tersebut sangat berpengaruh dalam pengembangan BFR.

Musk memperkirakan biaya pembangunan BFR akan memakan dana sekitar $5 miliar, namun tidak akan lebih dari $10 miliar.

Target peluncuran pada 2023

Maezawa serta 8 orang lainnya bakal diterbangkan pada 2023, setahun setelah penerbangan perdana BFR. Masih cukup banyak waktu bagi SpaceX untuk memastikan roket bisa terbang dengan aman.

Pada November 2018 mendatang SpaceX akan meluncurkan kapsul penumpang Dragon V2 namun tanpa awak. Kemudian penerbangan dengan awak menuju ISS akan dilakukan pada April 2019 nanti.

Maezawa juga telah membuka situs web DearMoon.earth yang secara khusus dibuat untuk kolom informasi dari misi ke Bulan.