Head Transplant
Dijadwalkan operasi pada akhir 2017, hingga kini tidak terdengar kabarnya lagi (credit: Pietro Martinello)

Pada pertengahan 2017 lalu jagat internet dibuat terkejut oleh proyek medis yang akan dilakukan oleh profesor asal Italia, Sergio Canavero. Proyek tersebut berencana memindahkan kepala pada tubuh yang berbeda dan keduanya tetap hidup.

Adalah Valery Spiridonov, teknisi komputer asal Rusia yang mendaftarkan diri sebagai relawan dalam proyek kontroversi ini. Disebut kontroversi karena banyak ahli kedokteran yang meragukan keberhasilan operasi ini.

Sebut saja Arthur Caplan, kepala divisi School of Medicine dari New York University, ia mengatakan kabar soal transplantasi kepala yang digembar-gemborkan tidak lebih dari berita palsu.

“Ada banyak berita yang diduga palsu belakangan ini. Transplantasi kepala adalah berita palsu.” tulisnya seperti yang dikutip dari Chicago Tribune.

Profesor Canavero tidak menggubris hujan kritikan dan rasa skeptisme yang dilontarkan padanya. Ia sendiri yakin tingkat keberhasilannya mencapai 90 persen karena sudah didukung oleh teknologi mutakhir dan berulang kali.

Pada November tahun lalu ia mengumumkan berhasil memindahkan kepala dari jenazah. Operasi tersebut dikatakan sebagai langkah terakhir sebelum melakukan transplantasi kepala pada manusia hidup.

Operasi tersebut dipimpin oleh Dokter Xiaoping Ren, yang sebelumnya sudah sering kali menyambungkan kepala monyet dan tikus. Canavero menjelaskan pemilihan China sebagai tempat dilangsungkannya operasi karena otoritas Amerika Serikat dan Eropa tidak mengizinkan pembedahan itu dilakukan di wilayahnya.

Tidak ada kejelasan hasil operasi transplantasi kepala

Sergio Canavero
Profesor Sergio Canavero yakin soal tingkat keberhasilan operasi (credit: Askmen)

Canavero sudah menargetkan transplantasi kepala dilakukan pada Desember 2017. Usai keberhasilan operasi transplantasi pada mayat sebulan sebelumnya pun ia turut memastikan bahwa tidak ada perubahan jadwal.

Laman Facebook Sergio Canavero pun tidak memberikan kabar apapun soal proyek ambisiusnya. Tidak ada pembatalan atau pengunduran tanggal operasi terlampir dalam laman tersebut maupun outlet berita internasional.

Operasi diklaim memakan waktu selama 36 jam. Dalam rentang durasi itu setidaknya sudah ada proses signifikan terkait berhasil atau gagalnya operasi tersebut. Sayang, hingga pertengahan Januari 2018, berita transplantasi kepala seolah hilang seperti asap.

Publik hanya bisa berasumsi soal kelanjutan operasi kontroversi tersebut. Mungkin saja Canavero mengundurnya ke tahun ini atau operasi sudah dilakukan namun belum diumumkan ke publik hasilnya.

Pada akhirnya hanya waktu yang bisa menjawab.

Update 14 Januari 2018, 22:16 WIB

Menurut informasi yang diperoleh dari Geek Exchange, prosedur transplantasi kepala diundur ke tahun ini, tetapi tidak menyebutkan tanggal secara detail. Meski begitu, tim dokter di China yang bekerjasama dengan Canavero mengatakan segala sesuatunya sudah siap.