Tiangong 1
Jatuhnya Tiangong-1 dideteksi oleh radar (credit: BBC)

Setelah dikabarkan akan terjatuh ke Bumi dalam waktu dekat, stasiun ruang angkasa milik China, Tiangong-1 akhirnya turun ke Samudera Pasifik pada pukul 07:15 Waktu Indonesia Bagian Barat (WIB). Astronom pun mengonfirmasi tidak ada korban jiwa yang terjadi akibat peristiwa ini.

Tiangong yang berarti “Istana Surga” diluncurkan pada 2011 oleh pemerintah China sebagai ambisi untuk membuat stasiun angkasa milik negaranya sendiri di 2022. Namun proyek itu terhenti ada Maret 2016. Tak lama, sejumlah astronom amatir mendeteksi bahwa wahana sepanjang 10 meter itu tidak lagi dalam kendali.

Akhirnya badan antariksa China mengatakan bahwa stasiun angkasa pertama mereka itu hilang kontrol dan diprediksi akan jatuh pada akhir 2017. Hingga pada perkembangannya, prediksi itu dikoreksi dan dipastikan pulang dari luar angkasa antara akhir Maret atau awal April.

“Tiangong-1 jatuh sesuai perkiraan, setidaknya perhitungan 24 jam terakhir saat kami mengamatinya dan diprediksi jatuh di suatu tempat kosong dan tidak menimbulkan kerusakan,” kata Jonathan McDowell, astronom dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics.

Seharusnya, wahana angkasa yang sudah pensiun akan dijatuhkan ke Bumi di daerah samudera yang jauh dari populasi manusia. Hal ini juga pernah dilakukan oleh Rusia kepada stasiun angkasa MIR pada 2001 silam.

Namun, Tiangong-1 terbilang unik karena badan antariksa China tidak memiliki kontrol terhadap satelit itu sehingga hanya bisa memberikan imbauan kepada masyarakat apabila melihat benda jatuh dari langit dalam kecepatan tinggi.

Tiangong-1 pernah ditinggali astronot China antara 2012 hingga 2013 dan menjadikan China sebagai negara Asia pertama yang mempunyai habitat manusia di ruang angkasa.