DigiLens HUD
Sistem MonoHUD milik DigiLens dapat tampilkan informasi penting seputar berkendara

Pembuat layar HUD Augmented Reality (AR) DigiLens telah mengumumkan HUD baru berjenis waveguide yang lebih tipis, ringan, dan mudah diproduksi serta lebih murah dibanding teknologi sebelumnya. Startup asal Silicon Valley ini juga telah menandatangani kerjasama dengan produsen helm Bluetooth Sena dengan harapan bisa dikawinkan dengan HUD.

Dijuluki MonoHUD, perusahaan mengklaim lensanya lebih jelas namun di saat yang sama bisa memberikan kecerahan hingga 8.000 nit di siang hari. HUD tersebut menampilkan layar 640×360 berwarna dengan daya tahan baterai 8 jam, serta sudut pandang AR mencapai 25 derajat atau setara dengan satu mata manusia.

DigiLens telah mendapatkan investasi senilai $60 juta dari sejumlah perusahaan, salah satunya dari Continental di Jerman. Dana tersebut rencananya akan dialokasikan untuk pengembangan teknologi HUD pada helm.

Selain itu, nama lain seperti Young Optics juga ditunjuk untuk memberikan suplai lensa HUD yang dibutuhkan. Sementara perusahaan Sena telah lama berkecimpung di dunia helm berteknologi Bluetooth diharapkan dapat membantu target DigiLens.

DigiLens HUD Helmet
Sejauh ini usaha untuk membawa AR ke helm condong sebagai produk premium

Namun sejauh ini helm dengan AR tampaknya tidak mendapatkan tempat populer di kalangan pengguna. Sebut saja Skully yang kesulitan menjual produknya lantaran harga yang mahal. Atau CrossHelmet asal Jepang yang saat ini sedang dalam masa pengembangan dan rencananya akan dijual seharga $1.800 atau Rp 25 juta per unit.

Kebanyakan orang mungkin akan berpikir 2 hingga 3 kali untuk sebuah helm bertajuk ‘AR’ yang harganya setara dengan motor yang mereka tunggangi.

Meski DigiLens mengklaim teknologinya lebih murah dan mudah diproduksi, tidak ada yang bisa menjamin harganya akan sangat terjangkau ketika tiba di pasaran. Namun kita akan terus memantau perkembangan produk MonoHUD ke depannya.