Elon Musk SpaceX
CEO SpaceX, Elon Musk pastikan muatan Falcon Heavy bukan pesanan kustomer

Terdengar tidak biasa, beberapa waktu lalu si raja teknologi Elon Musk mengumumkan bahwa perusahaan antariksa yang dipimpinnya, SpaceX akan menggelar peluncuran roket Falcon Heavy pada Januari tahun depan. Alih-alih membawa instrumen saintifik, Musk menggantinya dengan Tesla Roadster.

Benar, supercar elektrik berwarna merah itu akan dikirim ke orbit Planet Merah, kata Musk dalam tweet-nya. Cuitan tersebut spontan mengundang beragam respon, termasuk beberapa pengguna yang bertanya mengapa ia meluncurkan Tesla Roadster.

Elon Musk Tesla Roadster Falcon Heavy

“Muatannya nanti adalah Tesla Roadster berwarna midnight cherry yang memutar lagu Space Oddity. Tujuannya adalah orbit Mars. Akan tetap disana selama milyaran tahun jika (mobil itu) tidak meledak saat peluncuran.” tulis Musk dalam tweet-nya.

Seorang pengguna Twitter mengutarakan pertanyaan mengapa muatannya seperti itu. Musk menjawab bahwa ia suka membayangkan sebuah mobil melayang bebas di angkasa dan ditemukan ras alien di masa depan.

Dalam balasan lainnya Musk juga memberitahukan bahwa ada muatan lain seperti kotak sarung tangan berisi film “The Hitchhiker’s Guide To The Galaxy” dan handuk bertuliskan “Don’t Panic”. Sebelumnya bos Tesla itu memastikan peluncuran Falcon Heavy perdana tidak melayani pelanggan seperti Falcon 9.

Tepat 1 April lalu Musk membuka poling bertajuk “hal terkonyol yang pernah dibayangkan untuk dibawa ke luar angkasa”. Sejumlah saran berdatangan, termasuk mengirim salah satu mobil Tesla. Namun tweet ini banyak dianggap hanya sebuah candaan mengingat tanggal tersebut adalah hari guyonan dimana orang-orang sering mengeluarkan candaan.

Tetapi melihat perkembangan yang terjadi hingga hari ini, dapat dipastikan bahwa Tesla Roadster akan menjadi muatan Falcon Heavy dalam peluncurannya awal 2018 mendatang.