Matrix Smartwatch

Tidak seperti kebanyakan smartwatch yang mengharuskan pemiliknya mengisi ulang baterai ketika habis, Matrix justru memiliki kemampuan pengisian secara mandiri.

Smartwatch yang dibuat oleh Akram Boukai beserta timnya tersebut diklaim memiliki fitur istimewa. Yakni mengubah panas tubuh menjadi listrik supaya dapat disalurkan ke baterai.

Matrix dikembangkan selama lima tahun dan ketika prototipe berhasil berfungsi, mereka memperkenalkannya lewat halaman Indiegogo.

Matrix PowerWatch
Smartwatch yang tidak perlu charging?

 

Kemampuan unggulannya terletak pada teknologi pengisian baterai otomatis yang memanfaatkan panas tubuh atau termoelektrik.

Efektivitas pengisian adalah saat beraktivitas khususnya olahraga karena pada saat itu suhu kulit menghangat dan menjadi sarana yang tepat untuk proses konversi energi. Jika baterai sudah terindikasi lemah, kamu hanya perlu berolahraga.

Matrix PowerWatch
Matrix akan jadi motivasi tersendiri untuk mengurangi berat badan dan meningkatkan kebugaran

Sebelumnya produk senter bernama Lumen juga membawa konsep serupa. Tim Matrix mengakui sebenarnya teknologi ini sudah hadir sejak lama, hanya saja belum banyak yang mau berinovasi dengannya.

Sebagai sebuah smartwatch tentunya Matrix mengusung fitur seperti health tracker, koneksi ke smartphone, penghitung waktu tidur, dan layar LED.

Matrix PowerWatch
Water resistance di kedalaman 50 meter untuk versi PowerWatch, 200 meter untuk versi PowerWatch X

Di samping itu Matrix juga mengimplementasikan fitur yang terbilang masih sangat baru, yaitu penghitung kadar lemak. Dengan demikian kamu dapat melihat jumlah lemak dalam tubuh dari waktu ke waktu.

Satu unit Matrix PowerWatch dibanderol mulai $129 atau Rp 1.7 jutaan. Jika sesuai rencana, Matrix akan tiba di tangan konsumen pada pertengahan 2017 mendatang.

Berikut videonya: