Jenis pesawat tanpa awak yang familiar bagi orang Indonesia adalah quadcopter dan aeromodelling. Keduanya sama-sama disebut drone karena merupakan pesawat tanpa awak.

SkyProwler, Drone 'Transformer' yang Wajib Kamu Tahu
Dari bentuknya saja sudah sangat kentara, tentu ini juga mempengaruhi gaya terbangnya. Misalnya, quadcopter bisa melakukan vertical take-off sedangkan aeromodelling tidak bisa. Ia melakukan take-off konvensional seperti pesawat terbang pada umumnya.
Beragam perbedaan pada keduanya membuat mainan hobi ini menjadi ‘terpisah’. Namun sebuah startup asal Arizona, Amerika Serikat berhasil mengkawinkan quadcopter dengan aeromodelling.
Penasaran seperti apa wujudnya?
Wujud Aeromodelling, Rasa Quadcopter
SkyProwler, Drone 'Transformer' yang Wajib Kamu Tahu
Secara garis besar, produk bernama SkyProwler ini seperti aeromodelling yang terlihat agak gemuk perawakannya.
Ternyata tubuh gemuk tersebut digunakan untuk menyimpan lengan baling-baling yang merupakan konsep pada quadcopter.
Selain itu pada bagian atasnya tersimpan ruang kosong sebagai wadah kargo. Krossblade mengatakan bahwa kargo SkyProwler mampu mengangkut beban seberat 500 gram.
SkyProwler bisa melakukan vertical take-off maupun conventional take-off. Hebatnya lagi, terdapat mode transisi dimana lengan propeller dapat melipat saat penerbangan.
Dengan konsep aeromodelling, maka SkyProwler dapat melaju dengan kecepatan lebih dari 100 km per jam. Namun jika ingin terbang dengan kecepatan lebih rendah, bisa menggunakan mode quadcopter.
Tak lupa terdapat mount untuk kamera di bagian moncongnya. Pihak developer menawarkan Eye Cam disertai gimbal internal. Namun bagi yang tertarik bisa menggunakan action cam dengan gimbal.
Diklaim drone ini dapat terbang dengan durasi sekitar 40 menit. Serta dilengkapi GPS untuk auto-pilot.

Prototipe dari SkyCruiser

SkyProwler, Drone 'Transformer' yang Wajib Kamu Tahu
Hal mengejutkan lainnya dari SkyProwler adalah ia hanya prototipe dari proyek besar yang sedang digarap Krossblade.
SkyCruiser adalah pesawat hybrid dengan konsep yang hampir sama dengan SkyProwler. Bedanya adalah, KyCruiser dimaksudkan untuk transportasi.
SkyCruiser memuat lima kursi, dapat membawa penumpang dengan jarak penerbangan sejauh 1.600 km sebelum bahan bakarnya habis.
Hal menarik lainnya, SkyCruiser juga dapat melakukan perjalanan darat pendek. Dengan sayap yang bisa dilipat ke dalam membuat kendaraan ini tidak memakan tempat terlalu banyak.
Sampai saat ini SkyCruiser masih terus dikembangkan. Sedangkan SkyProwler sudah dapat dimiliki dengan kisaran harga Rp 12 juta hingga Rp 25 juta tergantung jenis paket yang dipilih.
Pemesanan dapat dilakukan melalui situs resmi Krossblade.
 
Image Credit: Worldlesstech