Skydio R1 Drone
Punya belasan sensor, Skydio R1 bisa terbang aman dengan otomatis

Pembuat drone asal China, DJI saat ini memiliki jumlah konsumen terbanyak di dunia dengan lebih dari 85 persen market share. Dengan demikian, tidak mudah menyaingi nama besar mereka jika tidak hadir membawa inovasi yang bisa merebut hati pilot drone. Startup bernama Skydio menawarkan keunggulan unik dimana DJI belum pernah melakukannya pada jajaran drone mereka.

Seperti yang dilaporkan Quartz, Skydio baru saja merilis drone R1 yang mendapat predikat sebagai “self-flying camera”. Singkatnya, drone tersebut bisa diterbangkan otomatis tanpa bantuan pilot. Bahkan CEO Skydio, Adam Bry mengatakan “jika kamu bisa menggunakan aplikasi kamera pada ponsel, kamu bisa menggunakan drone ini,”.

R1 dibekali 13 kamera, dimana 12 di antaranya tersebar di seluruh tubuh drone yang berperan untuk computer vision guna membaca lingkungan. Sementara satu kamera utama beresolusi 4K digunakan untuk merekam video aksi.

Bry mengatakan ia bersama timnya mengandalkan kamera Nvidia untuk memproses data lingkungan. Prosesor tersebut juga digunakan beberapa manufaktur dalam pembuatan mobil self-driving. Dengan banyaknya sensor, pengguna tidak perlu khawatir drone menabrak sesuatu sebab seluruh area dalam 360 derajat sudah terpantau.

Skydio R1
Sensor berada di semua sisi drone

Drone berukuran laptop ini memiliki bobot 1 kilogram dan dapat terbang selama 16 menit. Sementara kontrol murni hanya mengandalkan smartphone dengan jarak sekitar 90 meter, sebab hanya menggunakan WiFi.

Drone berkonsep flying camera sebelumnya sudah pernah digagas Lily yang saat itu proyeknya mendapat antisipasi luar biasa. Sayang, belum sempat rilis, proyek drone Lily dimatikan akibat masalah keuangan.

Pengembangan drone otomatis memerlukan sumber daya manusia handal serta dukungan dana yang cukup besar. Beruntungnya, Skydio mendapat backup dari investor besar seperti Andreessen Horowitz, Playground Global dan Nvidia senilai $42 juta.

Sayangnya, tidak seperti DJI yang menargetkan mainstream market, Skydio R1 hanya bisa dibeli oleh orang-orang tertentu. Pasalnya harga satu unit drone ini dibanderol $2.500 atau Rp 36 juta. Sang CEO menegaskan bahwa pihaknya menawarkan material kualitas terbaik, serta teknologi mumpuni, sehingga tidak heran jika harga drone terlampau tinggi bagi kebanyakan orang.

Penjualan drone sudah dimulai sejak 13 Februari lalu melalui situs resmi Skydio. Apa kamu tertarik memiliki drone ini?

Berikut video Skydio R1 yang terbang di antara pepohonan dengan lincah: