Motor Listrik Gojek
Salah satu motor elektrik yang dipamerkan di konferensi pers kerjasama Go-Jek dengan Solidiance, Rabu 10 Juli 2018 (foto: Sefsed)

Pemerintah Indonesia sudah mencanangkan rencana untuk menghentikan penjualan kendaraan BBM terhitung pada 2040. Tentunya ambisi tersebut harus diiringi dengan kerjasama dengan para pelaku industri terkait, terutama di bidang otomotif. Bekerjasama dengan perusahaan konsultasi Solidiance, Go-Jek berencana mengadakan motor elektrik untuk transportasi online.

Associate Partner and Country Head Solidiance Indonesia, Gervasius Samosir mengatakan pihaknya bersama Go-Jek akan memulai uji coba di wilayah Jabodetabek terhitung sejak Juli ini. Ia menambahkan bahwa salah satu alasan elektrifikasi harus segera dimulai adalah masalah sumber daya fosil yang kian menyusut.

“Bahan bakar fosil secara perlahan semakin menipis dan dianggap tidakĀ sustainable sebagai sumber energi masa depan,” ujar Gervasius di acara peresmian kerjasama antara Solidiance dengan Go-Jek.

Pada pertemuan yang sama, Ramda Yanurzha selaku Head of Research Go-Jek lndonesia mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi langkah ini. Ia menganggap Go-Jek bisa menjadi motor penggerak bagi elektrifikasi kendaraan bermotor di Indonesia.

Gojek Solidiance
Ramda Yanurzha bersama dengan Gervasius Samosir (foto: Sefsed)

“Dengan memanfaatkan teknologi untuk membantu jutaan masyatakat Indonesia tiap harinya dan terus berinovasi, kami bisa menjadi pemimpin pasar di Indonesia. Kami sangat antusias berpatisipasi dalam Uji coba dengan Solidiance ini dan melihat apa hasil dari inovasi ini,” ujar Ramda.

Menurut dari riset yang dilakukan Solidiance, saat ini penetrasi kendaraan elektrik di Indonesia baru menyentuh 0,14 persen atau sekitar 3.000 unit motor listrik. Pemerintah menargetkan angka tersebut akan bertumbuh menjadi 2,1 juta unit pada 2025.

Di saat yang sama PLN mengatakan mereka sudah punya infrastruktur SPLU yang mumpuni untuk menghadapi elektrifikasi sepeda motor. Pertamina bahkan sudah menawarkan PLN untuk membangunĀ charging station di SPBU agar pemilik motor listrik bisa lebih mudah menemukan lokasi pengisian daya.

Adapun Go-Jek berharap momen ini bisa dimanfaatkan untuk menguji ketahanan sepeda motor listrik dalam penggunaan sehari-hari. Diketahui rata-rata pengemudi ojek online berjalan sekitar 100 km per hari. Selain itu, kesadaran masyarakat akan pentingnya kendaraan ramah lingkungan juga akan meningkat.