Selama bertahun-tahun lapisan ozon kita telah menanggung beban akibat perkembangan teknologi yang kurang ramah lingkungan. Penggunaan lemari es, pendingan ruangan, gas amonia, dan polusi pabrik berkontribusi menciptakan lubang besar pada lapisan ozon.

Sejak tahun 1950 diketahui bahwa ozon di Antartika mulai berlubang dan lambat laun semakin membesar. Setelah hal ini diketahui akhirnya diadakan The Montreal Protocol 1987 yang isinya melarang penggunaan zat CFC.

Dan sepertinya alam kita “meresponinya” dengan positif.  Sebuah kabar mengejutkan datang dari Massachusetts Institute of Technology dan University of Leeds, tim peneliti menemukan lapisan ozon di Antartika telah mengalami penyembuhan dan pengurangan kadar CFC.

Bumi seolah menyembuhkan dirinya sendiri. Lubang ozon di Antartika telah menyusut 4,5 juta kilometer persegi sejak tahun 2000 hingga 2015 namun perlu waktu puluhan tahun agar bisa tertutup sempurna.

Susan Solomon, salah satu pimpinan penelitian ini yakin bahwa lubang ozon sepenuhnya akan menutup pada pertengahan abad ini atau sekitar tahun 2050.


Sumber: NewsX, The Sun,