X-Prize
Hadiah senilai Rp 430 miliar batal dikeluarkan (credit: Moon Express)

Presiden John F. Kennedy berpidato bahwa Amerika Serikat akan mendaratkan manusia ke Bulan dalam kurun satu dekade. Dan benar saja, Neil Armstrong dan Buzz Aldrin mendaratkan kakinya pada 1969, sekitar 6 tahun usai pidato Kennedy dikumandangkan. Sayang, inspirasi serupa tidak mengilhami kompetisi Google Lunar X-Prize.

Kompetisi tersebut pertama dibuka pada 2007, dengan tujuan mendorong pihak-pihak independen, seperti mahasiswa, profesional, atau kalangan privat untuk membuat wahana dan mengirimkannya ke objek terdekat Bumi tersebut.

Bagi yang pertama berhasil dan menjalankan misi utama akan diganjar hadiah $30 juta atau Rp 400 miliar. Namun setelah batas waktu Lunar X-Prize diundur sampai 31 Maret 2018, pihaknya mengumumkan bahwa kompetisi yang berlangsung selama lebih dari satu dekade ini akhirnya tidak memiliki pemenang.

“Setelah konsultasi mendalam dengan 5 tim finalis Google Lunar X-Prize selama beberapa bulan, kami menyimpulkan bahwa tidak ada tim yang akan meluncur ke Bulan pada deadline 31 Maret, 2018.” tulis pengumuman yang terlampir di halaman berita Lunar X-Prize.

Menurut pelaksana, mendarat di Bulan jauh lebih sulit dari apa yang diperkirakan sebelumnya. Tim yang mengikuti kompetisi ini mengaku kesulitan dalam pendanaan, masalah teknis, dan tantangan yang diberikan.

Pengumuman ini jelas sangat mengecewakan, Google bahkan mengakui bahwa kompetisi ini luar biasa sulit. Namun bukan berarti menjadi X-Prize ditutup. Mereka berpeluang mengadakan kompetisi serupa namun lebih rasional untuk dilakukan.

Terlepas dari itu, peserta seperti Moon Express tampaknya tetap melanjutkan misi menambang di Bulan pada 2020 mendatang menggunakan roket Electron.