Stratolaunch

Stratolaunch merupakan pesawat terbesar di dunia yang diinisiasi oleh salah satu Microsoft, Paul Allen. Pesawat ini tidak dibuat untuk mengangkut penumpang, melainkan bertugas mengirim satelit ke angkasa, pada orbit rendah Bumi sekitar 400 km.

Pesawat ini menggunakan mesin jet yang tentunya cuma bisa beroperasi di dalam atmosfer Bumi yang padat. Sebagai solusi, tim Startolaunch menggunakan roket yang akan dilepas ketika pesawat mencapai ketinggian tertentu.

Pihaknya mengumumkan empat jenis roket dengan kemampuan berbeda-beda berdasarkan bobot satelit yang sanggup dibawa.

Kendaraan peluncuran yang paling rendah adalah Pegasus dimana memiliki kemampuan mengantar muatan seberat 370 kilogram ke orbit. Startolaunch mengatakan wahana ini sudah siap dan akan menjalani penerbangan perdana pada 2020 mendatang.

Lain halnya dengan iterasi yang lebih tinggi. Medium Launch Vehicle (MLV) menarget pada satelit seberat 3,4 ton. Pihaknya mengklaim biaya peluncuran satelit dengan wahana ini akan sangat terjangkau. Proses pengembangan sedang berlangsung dan diperkirakan siap pada 2022.

Wahana selanjutnya adalah Medium Launch Vehicle РHeavy. Sejatinya mirip dengan MLV namun disertai dua booster tambahan untuk meningkatkan daya dorongnya. Kendaraan yang satu ini bisa membawa beban hingga 6 ton, namun masih dalam tahap awal pengembangan.

Wahana terakhir adalah Space Plane dengan kemampuan membawa kargo ke stasiun luar angkasa hingga awak astronot. Setelah berada di angkasa, wahana ini bisa pulang dengan cara mendarat horizontal seperti pesawat ulang alik.

“Apapun muatannya, dimanapun orbitnya, mengirim satelit ke luar angkasa akan semudah memesan tiket pesawat.” kata Jean Floyd, Chief Executive Officer di Stratolaunch.

Jika semuanya berjalan sesuai rencana, penerbangan perdana Stratolaunch rencananya diadakan pada 2019.