Satu triliun sama dengan angka satu diikuti 12 angka nol di belakangnya. Dalam nominal rupiah saja sudah sangat besar, apalagi dolar. Inilah yang terjadi pada Apple yang mana raksasa IT asal California ini baru saja menjadi perusahaan pertama bernilai $1 triliun.

Dikutip dari Digital Trends, saham Apple naik hampir 3 persen pada Kamis, 2 Agustus lalu. Membelakangi Google dan Microsoft dengan perbedaan $140 miliar dan $200 miliar.

Sebenarnya kabar ini sendiri tidak begitu mengejutkan, pasalnya sejak Januari kemarin Apple memang sudah diprediksi akan mencapai valuasi $1 triliun di tahun 2018.

Bukan karena penjualan gadget

Jika kamu mengira Apple semakin kaya karena penjualan jajaran gadget seperti iPhone, iPad, Mac, dan Apple Watch, asumsi itu tidak begitu akurat meski ada benarnya juga.

Apple diketahui punya sejumlah layanan premium yang mengharuskan penggunanya membayar biaya tertentu untuk menikmati beragam aplikasi.

Sebagai contoh, Apple Music, Apple Pay, iTunes, iCloud, dan lainnya meningkatkan keuntungan sebanyak 28 persen dibanding kuartal tahun lalu.

Di sisi lain, meski penjualan iPhone tidak begitu istimewa, hanya  terjual sekitar 41 juta unit, sama seperti kuartal tahun kemarin. Namun Apple Watch, AirPods, dan headphone Beats mengalami pertumbuhan sebanyak 60 persen.

Dibayang-bayangi Amazon

Sekilas, Google dan Microsoft adalah kompetitor terkuat Apple. Namun bicara valuasi, Amazon adalah yang terdekat.

Nilai pasar Amazon saat ini dilaporkan berada di angka $900 miliar, tidak begitu jauh dengan predikat $1 triliun.

Amazon sendiri saat ini fokus pada layanan belanja online, website, produk smart home, buku elektronik, dan beberapa gadget.