Bagi sejumlah orang, berpetualang ke alam adalah sesuatu yang menyenangkan. Tak heran jika banyak jasa pemandu travelling alam yang laku keras.
Termasuk alat-alat yang juga diperlukan saat memulai aktivitas di area yang natural, tanpa ada fasilitas buatan manusia. Apalagi pasokan air yang sangat vital bagi kelangsungan hidup si traveller itu sendiri.
Sayangnya, air yang berada di alam tidak semuanya bisa langsung diminum. Karena banyak mengandung kotoran dan bakteri yang berbahaya bagi tubuh.
Sebuah aktivis kemanusiaan untuk Guinea (Afrika) menciptakan LifeStraw, sebuah sedotan yang dapat menjernihkan air sehingga bisa diminum.
Sedotan Kehidupan
Sedotan Penjernih Air untuk Kamu yang Suka Travelling ke Alam
Dari awal kemunculannya, LifeStraw memang ditujukan untuk memberikan air yang layak untuk diminum bagi masyarakat di Guinea.
Harga air di sana cukup mahal, yakni $1 per liternya. Jika satu orang meminum sekitar 2 liter per hari, maka butuh biaya $60 per bulannya.
Vestergaard merancang filter kain hingga berkembang menjadi bentuk pipa pada 1999. Saat ini, lebih dari 37 juta LifeStraw dipakai di Guinea dan hampir memberantas penyakit akibat bakteri dalam air.
Saat ini LifeStraw juga merambah pada kalangan yang lebih luas. Termasuk untuk kamu yang menggemari travelling ke alam. Setidaknya ada 5 produk LifeStraw, 3 diantaranya cocok untuk traveller.
Menyaring 99% Bakteri dan Parasit
Sedotan Penjernih Air untuk Kamu yang Suka Travelling ke Alam
Hasil pengujian dari LifeStraw ternyata cukup mencengangkan. Total 99.9% berbagai macam bakteri bisa disaring, seperti Brucella melitensis, Enteropathogenic E.coli, Vibrio Cholerae, dan masih banyak lagi.
Selain itu sejumlah parasit juga bisa dihilangkan oleh sedotan ini. Sebagian produknya juga bisa menghilangkan virus. Kamu bisa membaca hasil pengujiannya disini.
LifeStraw juga telah lolos uji dari Uniersitas Arizona, Amerika Serikat.
LifeStraw saat ini bisa digunakan oleh berbagai kalangan, traveller, backpackers, hingga penggunaan sehari-hari untuk mensterilkan air.
Namun perlu diingat juga bahwa air yang bisa difilter oleh LifeStraw tidak boleh sembarangan. Air limbah, termasuk urine tidak bisa disaring.
Sedotan Penjernih Air untuk Kamu yang Suka Travelling ke Alam
Dikutip dari Rocketnews24, seorang mencoba meminum urine yang difilter menggunakan LifeStraw. Hasilnya, bakteri dan parasit berhasil disaring, namun akibat kadar garam yang tinggi dari urine, maka air terasa sangat asin. Rasanya juga masih seperti urine.
Banyak juga orang yang menyalahgunakan LifeStraw untuk menyaring air yang sangat tidak masuk akal diminum. Dan kamu sebaiknya tidak mencoba hal tersebut karena LifeStraw tidak dirancang untuk itu.
LifeStraw ini sudah cukup banyak digunakan di berbagai dunia. Termasuk di Indonesia, kamu bisa mendapatkannya dengan kisaran harga Rp 200 ribu.
Situs resmi LifeStraw menyediakan informasi produk secara mendetil sehingga kamu bisa memilih mana yang kamu butuhkan.
Source: LifeStraw
Image Credit: Amazon, Rocketnews24