Zuma Mission
Beberapa saat setelah 9 Merlin Engine aktif mendorong roket ke atas (credit: SpaceX)

Misi satelit Zuma yang dimandatkan pada SpaceX tidak berjalan mulus. Pada peluncurannya di Minggu malam waktu setempat, roket berhasil melakukan tugasnya dengan baik. Termasuk stage 1 yang berhasil mendarat lagi usai berada di angkasa. Namun muatan satelit dikabarkan hilang.

Satelit Zuma yang dirancang oleh Northrop Grumman Corporation untuk pemerintah AS direncanakan mengorbit pada zona LEO. Meski disebut satelit rahasia, tugasnya tidak selalu menjadi mata-mata. Perusahaan tidak menjelaskan misi utama satelit tersebut.

Apakah satelit hilang atau terjatuh ke Bumi?

SpaceX Zuma
Foto long exposure peluncuran dan pendaratan Falcon 9 pada misi Zuma (credit: John Kraus Photos)

Siaran langsung SpaceX menyebutkan Zuma sudah berada di jalur orbit tujuan. Sementara itu laporan dari Wall Street Journal mengatakan satelit memang berhasil mengorbit namun terjadi malfungsi yang mengakibatkan kontrol dari pusat komunikasi menjadi tidak mungkin.

Tetapi menurut sumber lain dari The New York Times mengklaim ada saksi mata yang melihat stage kedua jatuh di wilayah timur Afrika, dua jam setelah peluncuran. Sebagai informasi, stage kedua sengaja dijatuhkan kembali usai pelepasan satelit agar tidak menambah sampah angkasa.

Penyebab hilangnya Zuma mungkin juga karena kegagalan pelepasan, sehingga satelit turut terbawa turun hingga akhirnya hancur akibat gesekan ekstrim selama proses re-entry.

  Ini Penampakan Tesla Roadster yang Bakal Dikirim ke Mars

Bagaimana tanggapan pihak perancang satelit?

Northrop Grumman Corporation sebagai perancang tidak mau berkomentar soal spekulasi ini. Pihaknya mengatakan tidak bisa berkomentar pada misi rahasia.

“Ini adalah misi rahasia. Kami tidak bisa berkomentar pada misi rahasia.” katanya yang diumumkan secara publik.

Apakah ini salah SpaceX?

SpaceX Falcon 9 Landed
Stage 1 yang berhasil mendarat lagi (credit: SpaceX)

Tampaknya tidak. SpaceX merilis pernyataan bahwa Falcon 9 melakukan tugasnya dengan benar. Tetapi mereka juga tidak bisa mengklaim bahwa kesalahan pada pada satelit, sebab satelit tersebut dirahasiakan.

Zuma sendiri dilengkapi mesin pendorong bawaan yang dapat dipakai untuk bermanuver atau pindah orbit. Tidak diketahui apakah satelit menggunakan mesin tersebut saat peluncurannya atau hanya dipakai saat telah berada di orbit permanen.

SpaceX memang pernah melakukan kegagalan saat peluncuran, yakni pada misi membawa muatan ke ISS pada 2015 dan ledakan roket berisi satelit internet milik Facebook pada 2016 lalu. Namun setelahnya, perusahaan sukses menjalani 18 peluncuran sepanjang 2017.