SpaceX Falcon 9 Rocket
Proyek satelit internet SpaceX dalam rangka menggalang dana untuk misi ke Mars (credit: SpaceX)

Selain membuat kolonisasi di Mars dan akselerasi transisi ke mobil elektrik, CEO SpaceX Elon Musk juga punya mimpi lain untuk mewujudkan akses internet global yang terjangkau untuk semua orang. Sementara internet kabel bukan opsi yang rasional, pria berjuluk ‘Iron Man’ ini memilih untuk membuat konstelasi satelit internet yang mengorbit Bumi.

Besok Sabtu, 17 Februari 2018, Falcon 9 dijadwalkan meluncur dari Vandenberg Air Force Base di California sambil membawa satelit prototipe Microsat 2a dan Microsat 2b. Kedua satelit itu merupakan awal dari proyek internet global Starlink.

Namun, SpaceX sendiri bukan satu-satunya pihak yang punya misi tersebut. Boeing, Samsung, Telesat, dan OneWeb adalah beberapa perusahaan yang memiliki rencana serupa, tetapi bisa dikatakan bahwa SpaceX jadi yang pertama.

Sejauh ini perusahaan tidak membeberkan spesifikasi kedua satelit uji coba tersebut. Tetapi lembaga komunikasi pemerintah menerbitkan detail informasi kepada publik.

Global communications
Ribuan satelit mengorbit Bumi agar seluruh wilayah ter-cover internet (credit: Ars Technica)

Masing-masing satelit memiliki dimensi 1,1 x 0,7 x 0,7 meter, berat 400 kg, dan panel surya lipat sepanjang 8 meter. Satelit akan ditempatkan di ketinggian 1.125 km di atas permukaan Bumi. SpaceX akan melakukan beberapa uji coba komunikasi dengan satelit tersebut setiap hari.

Elon Musk mengatakan pada akhirnya akan terdapat 4.000 satelit internet yang memastikan seluruh penduduk Bumi bisa mengaksesnya, tidak peduli lokasinya di tempat terpencil sekalipun. Di sisi lain, proyek Starlink dapat membantu pendanaan misi berawak ke Mars.

SpaceX sendiri belum mematok biaya penggunaan internet melalui satelit ini. Tetapi bisa dipastikan bakal lebih murah karena perusahaan tidak perlu menggali tanah untuk menanam kabel internet. Ditambah lagi, roket Falcon 9 merupakan roket termurah di dunia yang memadai untuk proyek tersebut.

Jika semuanya berjalan sesuai rencana, konstelasi satelit internet akan aktif antara 2019-2020.