SpaceX Starlink
Impian SpaceX untuk punya konstelasi satelit internet mulai direalisasikan

Selain dari upaya mereduksi biaya peluncuran roket dan membuat kolonisasi di Mars, SpaceX punya misi lain untuk menghadirkan internet cepat berbasis satelit. Proyek Starlink yang dikumandangkan perusahaan beberapa tahun lalu akan menyertakan setidaknya 4.000 satelit di orbit Bumi untuk memancarkan internet ke seluruh daerah.

Pagi hari pada 22 Februari pukul 06:17 waktu setempat, roket Falcon 9 meluncur dari Vandenberg Air Force Base, California membawa satelit PAZ milik pemerintah Spanyol serta satelit internet uji coba Microsat 2a dan 2b milik SpaceX.

Dalam misi kali SpaceX beberapa kali harus menunda peluncuran yang seharusnya dilakukan pada 2017. Menurut CEO SpaceX, Elon Musk melalui akun Twitter mengatakan kondisi cuaca sedang tidak mendukung. Peluncuran kemudian ditunda pada 18, lalu 21, dan akhirnya 22 Februari hari ini.

Proses peluncuran berjalan sukses dan satelit utama sudah berada di orbit sinkron matahari, area yang tepat untuk keperluan pemetaan. Sementara itu Microsat 2a dan 2b dilepaskan dari stage 2 setelahnya. Elon Musk memposting video pelepasannya sesaat setelah peluncuran selesai dilaksanakan. Alih-alih menggunakan nama sebelumnya, Musk juga berujar bahwa satelit tersebut dijuluki Tintin A dan B.

Bagian stage 1 yang biasanya didaratkan kembali untuk menghemat biaya tidak dilakukan kali ini. SpaceX sengaja membuangnya ke laut tanpa alasan yang jelas. Perusahaan hanya menyebut roket itu sudah pernah dipakai pada misi Formosat-5 milik Taiwan pada Agustus 2017 lalu.

Selebihnya, tidak ada informasi detil yang diutarakan. Tetapi Falcon 9 diketahui memiliki batas maksimal pemakaian, di samping itu SpaceX juga sedang mengistirahatkan roket generasi lama yang akan diganti dengan baru.

Fairing Falcon 9
Foto setengah bagian fairing Falcon 9 yang diunggah Musk lewat Instagram

Satu-satunya bagian yang pulang ke Bumi adalah fairing atau pelindung muatan. Memungut kembali fairing sebelumnya pernah dilakukan pada peluncuran Falcon Heavy.

Proyek Starlink rencananya akan menghadirkan 4.000 satelit yang bekerjasama menyediakan layanan internet berkecepatan tinggi, sekaligus menjangkau semua daerah di permukaan Bumi. Layanan ini diharapkan sudah bisa beroperasi pada 2020 mendatang.

Berikut video peluncuran Falcon 9 yang membawa satelit PAZ dan Starlink: