Smartphone Melayang
Tidak main-main, perusahaan sekelas Samsung bahkan mengusung ide ini

Bukankah menarik, memiliki ponsel yang dapat melayang mengikuti pemiliknya dan bisa diperintah lewat suara? Gambaran seperti itu sangat mirip seperti pada film sci-fi kontemporer, namun ternyata ada perusahaan yang serius menyiapkan perangkat tersebut.

Paten berjudul Flying Display Device yang dilabeli nama Samsung memperlihatkan konsep perangkat layar mirip smartphone yang dapat terbang dengan sistem drone quadcopter.

Perangkat tersebut memiliki empat propeler dengan lengan fleksibel sehingga sudut pandang layar dapat disesuaikan. Menurut penjelasan dalam paten, perangkat akan dibekali teknologi seperti GPS, WiFi, Gyroscope, Accelerometer, dan Vibration System.

Samsung Flying Display
Bentuknya seperti drone standar pada umumnya

Kontrol dapat diaktifkan melalui suara. Di sisi lain, drone secara otomatis akan menyesuaikan arah layar dengan sudut pandang mata pengguna.

Namun, dari desain yang ditampilkan, ukuran bilah baling-baling terlalu kecil untuk mengangkut beban sebesar itu. Butuh pengembangan lebih lanjut untuk mewujudkannya. Samsung pun hanya menaruh paten itu pada sebatas ide, belum ada konsep atau prototipe yang dibuat.

Samsung Drone
Lengan drone dapat berubah sesuai kebutuhan sudut pandang pengamat

Di sisi lain, smartphone yang bisa melayang mengikuti pengguna juga bukan idea yang rasional untuk diterapkan. Bayangkan kamu berjalan bersama smartphone terbang itu, dan tiba-tiba seseorang berlari mengambil dan mencurinya, tidakkah merepotkan?

Menariknya, Samsung bukan satu-satunya perusahaan yang punya ide ini. LG pada 2016 lalu memperkenalkan konsep smartphone drone yang terkesan futuristis namun masih tidak mungkin untuk direalisasikan berdasarkan konsep di dalam videonya.

Sejauh ini, produk yang paling mendekati ide Samsung dan LG tersebut adalah Selfly, sebuah casing smartphone yang dapat diubah menjadi drone, tentunya terbang tanpa smartphone itu sendiri.

Bagaimana menurut kamu sendiri, apakah smartphone melayang cukup realistis untuk diwujudkan?