Ingenius_ Dongle 0-22 screenshot
Apple kembali jadi target ejekan Samsung

Penjualan Galaxy S9 terjun bebas melebihi ekspetasi, Samsung harus berpikir keras mendongkrak popularitas smartphone flagship yang baru saja dirilisnya itu. Raksasa elektronik asal Korea Selatan itu bisa saja mengeluarkan jutaan dolar untuk memasang iklan di berbagai media atau membayar ikon Hollywood sebagai brand ambassador. Namun seperti prinsip ekonomi, Samsung memilih teknik pemasaran yang tidak terlalu menyakiti dompetnya.

Samsung kembali mengejek Apple dalam tiga iklan terbarunya. Pihaknya beberapa kali memang kerap mengorek kelemahan iPhone yang cukup esensial. Tahun lalu mereka bahkan mengejek iPhone X yang diklaim sebagai produk unggulan Apple namun tidak punya improvisasi signifikan sejak 2007.

Video pertama membicarakan soal skor kamera DxOMark Galaxy S9 yang melampaui iPhone X. Seorang customer potensial mengunjungi gerai Apple dan menanyakan kemampuan kamera iPhone, sayangnya sang petugas tidak bisa meyakinkan si customer.

Video kedua masih dengan atmosfer yang sama dimana calon pembeli iPhone menanyakan ketersediaan port Jack 3.5 mm yang lenyap di beberapa varian iPhone terakhir. Terdengar sedikit geli bagaimana petugas Apple menjawab bagaimana jika ponsel dipakai mendengarkan musik sambil mengisi daya.

Video ketiga mungkin menjadi kelemahan terbesar iPhone ketimbang ponsel Android. Samsung ‘mencubit’ Apple yang menjual fast charger terpisah dari boks iPhone. Ini secara tidak langsung memeras dana konsumen secara paksa, tidak seperti Android yang menyertakan fast charger di boks utama.

Tiga video di atas jelas mengeksploitasi kelemahan dasar iPhone. Meski begitu, kehadiran pengenal wajah 3D, iOS yang stabil, dan minim bloatware menjadi kelebihan yang tak dimiliki ponsel Android.

Bagaimana menurutmu, apakah jajaran ponsel Samsung jauh lebih baik daripada Apple?