Galaxy S9 Heart Rate
Fitur kesehatan baru di ponsel Galaxy S9 yang luput dari perhatian media

Samsung mengumumkan smartphone flagship Galaxy S9 dan S9 Plus di MWC 2018 pada Februari lalu. Dibalut dengan desain yang sama dari pendahulunya, handset tersebut tetap menawarkan pembaharuan teknis, dari segi kamera, dapur pacu, dan tentunya lokasi sensor sidik jari.

Namun, di luar dari itu ada satu fitur menarik ponsel yang tampaknya luput dari perhatian. Fitur tersebut adalah sensor detak jantung yang bisa dipakai pada kedua ponsel.

Eksistensi sensor detak jantung sejatinya sudah ada pada varian Galaxy S sejak beberapa tahun terakhir. Meski demikian, Samsung membawa pembaharuan yang belum pernah ada pada smartphone flagship saat ini.

Selain mendeteksi jetak jantung, sensor tersebut juga mampu membaca tekanan darah yang secara mengejutkan, sangat akurat. Eksistensi fitur ini tidak banyak diketahui meski Samsung telah mengumumkannya bersamaan dengan ponsel terakhir S ini.

Aplikasi BP Lab yang menjadi jembatan untuk sensor kesehatan tersebut baru tersedia di Play Store minggu lalu, itu pun masih terbatas di negara tertentu. Untuk regional Indonesia kamu tidak akan bisa menemukannya.

Pembacaan tekanan darah dan denyut nadi menjadi cukup krusial bagi sejumlah orang yang ingin terus memantau kesehatannya. Samsung sendiri memang sudah punya divisi Medical Center yang juga melakukan penelitian terkait manfaat teknologi untuk diagnosis masalah kesehatan.

Saat ini My BP Lab hanya bisa diakses sebagian kecil negara. Terkait mengapa Samsung tidak menyematkannya ke dalam aplikasi Samsung Health, ini karena sensor masih dalam tahap pengujian interface-nya masih terus dikembangkan.