Ferrari Electric
LaFerrari, supercar hybrid pertama Ferrari

Kendaraan elektrik saat ini sedang diupayakan untuk menyentuh jenis kebutuhan lain, seperti truk dan bus. Tesla boleh dibilang sebagai yang paling serius dalam akselerasi menuju kendaraan bebas emisi. Bahkan perusahaan yang dipimpin Elon Musk tersebut belum lama ini memperkenalkan supercar elektrik Tesla Roadster generasi kedua.

Saat ini mobil paling mahal buatan Tesla tersebut sudah memiliki prototipe dan rencananya akan diproduksi pada 2020 mendatang.

Sementara peluncurannya tinggal dua tahun lagi, produsen otomotif Italia, Ferrari mengklaim bahwa supercar elektrik pertama akan menggunakan label nama perusahaannya. Meski pihaknya belum mengumumkan detil soal kendaraan itu, CEO Sergio Marchionne dalam wawancara dengan Bloomberg mengamininya.

“Jika ada supercar elektrik yang dibuat, maka pasti Ferrari adalah yang pertama,” kata Marchionne.

“Orang-orang kagum dengan supercar Tesla. Saya tidak bermaksud meremehkan usaha Elon tapi saya rasa itu bisa dilakukan oleh kita semua.” lanjutnya.

Tesla Roadster Foto
Render Tesla Roadster generasi kedua

Agar tidak rancu, perlu diketahui bahwa Tesla Roadster generasi pertama yang dirilis 2008 lalu adalah sportcar, bukan supercar. Terdapat perbedaan antara sportcar, supercar, dan hypercar. Dengan begitu penyebutan “supercar pertama” masih relevan dengan kondisi yang ada.

Mobil Ferrari dengan baterai tentu akan mencuri perhatian Tesla Roadster pula. Sayangnya, tidak ada investasi perusahaan yang berkaitan dengan pengembangan mobil elektrik atau bekerjasama dengan manufaktur terkait.

Tetapi, pria berusia 65 tahun tersebut mengatakan Ferrari dapat melakukannya dengan mudah. Pada tahap awal mereka akan merilis mobil hybrid dan disusul full electric kemudian.

Di akhir wawancara, Marchionne menekankan bahwa produsen mobil hanya punya waktu kurang dari satu dekade untuk menyelamatkan diri dari tekanan teknologi kendaraan elektrik. Tidak terkecuali brand premium yang sudah punya familiar di mata konsumen.

Selain Tesla, Ferrari juga harus berkutat dengan brand papan atas lain seperti Lamborghini dan Porsche yang rencananya merilis supercar elektrik dalam beberapa tahun ke depan.