Alphabet Google Geothermal
Panas Bumi akan menjadi sumber energi yang bisa diterapkan untuk skala hunian

Ada dua sumber energi ramah lingkungan yang bisa diandalkan, panas Matahari dan panas Bumi. Energi panas Bumi atau yang disebut geothermal sudah dimanfaatkan untuk skala pembangkit listrik. Perusahaan induk Google, Alphabet membuka peluang untuk memanfaatkan potensi tersebut dalam ranah yang lebih kecil.

Alphabet melebarkan sayap usahanya dengan mendirikan perusahaan energi, Dandelion. Perusahaan tersebut membidik penggunaan panas Bumi untuk digunakan sebagai pendingin atau pemanas ruangan di dalam rumah. Dengan demikian pemilik rumah tetap bisa hangat ketika musim dingin, dan merasa sejuk saat musim panas.

Dandelion mengusung konsep yang tidak jauh beda dengan pembangkit listrik. Sebuah pipa berbentuk huruf “U” ditanam beberapa ratus kaki di dalam tanah, serta pompa air yang berperan mengatur suhu.

Alphabet Google Geothermal
Peminat diharapkan untuk berkonsultasi terlebih dahulu sebelum menggunakan geothermal

Pada musim dingin, air mengalir di dalam pipa dan menyerap panas untuk kemudian disalurkan ke rumah. Sementara saat musim panas, air menyerap panas dari ruangan lalu dibuang ke dalam tanah. Nantinya pemilik rumah bisa mengatur suhu melalui thermostat.

Instalasi peralatan dikatakan relatif tidak merusak rumah. Mereka hanya perlu mengebor lubang selebar beberapa inci di halaman rumah. Selanjutnya teknisi memasang komponen di dalam rumah dan menghubungkannya dengan pipa. Setelah instalasi, sistem mulai bisa digunakan dalam 2 sampai 3 hari, sementara penggantian filter dilakukan 6 sampai 12 bulan sekali.

Setelah mendapat pendanaan $2 juta USD, Dandelion tengah menyiapkan instalasi untuk sejumlah rumah di rumah New York, Amerika Serikat.

Biaya yang diperlukan untuk komponen serta instalasi dilaporkan mencapai $20.000 atau Rp 266 juta. Tetapi Dandelion mengatakan sistem ini dapat dicicil per bulan tanpa membayar uang muka atau down payment (DP). Pemanfaatan panas Bumi dapat mengurangi tagihan listrik rumah.