Virtual Reality Blue Room
Lingkungan yang tampil sangat bervariasi

Terapi menjadi metode paling populer untuk membantu penderita autis pulih dan memungkinkan mereka dapat berinteraksi kembali dengan dunia.

Newcastle University bersama perusahaan Third Eye Technologies tertarik untuk menempuh jalur penyembuhan yang berbeda, yakni dengan virtual reality (VR).

Namun jangan mengira virtual reality disini berarti penderita autis menggunakan kacamata VR melainkan ruangan khusus dimana dindingnya diproyeksikan gambar sehingga membentuk format 360 derajat yang sama seperti VR.

Virtual Reality Blue Room
Simulasi diproyeksikan ke dinding dan dapat diatur sudut pandangnya

Di dalam ruangan berbentuk kubus tersebut, seorang psikolog akan menjadi pemandu bagi anak penderita autis. Bermodalkan iPad sang psikolog dapat memilih simulasi lingkungan yang tepat bagi kondisi anak.

Ketika anak mulai nyaman, kompleksitas lingkungan dapat dinaikkan mendekati dunia nyata yang sesungguhnya.

Virtual Reality Blue Room
Lingkungan yang tampil sangat bervariasi

Dr. Jeremy Parr mengatakan metode terapi seringkali tidak berhasil. Anak sudah mampu mengimajinasikan lingkungan namun masih belum bisa mengatur emosinya.

Sistem Blue Room ini berhasil menyembuhkan 8 dari 9 penderita autis pada 2014. Mereka masih terus mengembangkan sistem ini serta di saat yang sama sudah bisa dipakai khususnya oleh pasien di Inggris.