Falcon 9 Sea
Mengapa SpaceX malah menenggelamkan roketnya?

Setiap peluncuran roket Falcon 9 milik SpaceX, hampir pasti ada hal yang identik dalam momen tersebut. Tubuh roket stage pertama akan pulang kembali setelah mengantar stage 2 pada titik maksimal. Cara ini membuat perusahaan bisa menghemat pengeluaran berkat sistemnya yang bisa dipakai berkali-kali.

Namun, peluncuran satelit GovSat-1 milik pemerintah Luxemburg kemarin terbilang tidak biasa. Alih-alih roket mendarat di atas kapal “drone ship” atau lapangan pendaratan, SpaceX justru ‘membuangnya’ ke laut.

Lantas, apakah SpaceX tidak membutuhkan bagian itu lagi?

Perusahaan sebelumnya telah memberitahukan bahwa tidak akan ada prosesi pendaratan seperti biasanya. Tetapi tidak dijelaskan alasannya. Menurut CEO SpaceX, Elon Musk lewat akun Twitter mengatakan roket tersebut dipakai dalam rangka pengujian mesin pendorong yang lebih besar.

Biasanya Falcon 9 menggunakan satu Merlin Engine untuk mendarat, tetapi kali ini menggunakan tiga buah. Dorongan sebesar itu dapat merusak “drone ship” milik SpaceX. Itulah sebabnya lebih memilih laut. Ajaibnya, tubuh roket masih utuh setelah terhempas cukup keras.

Diketahui tubuh roket yang dipakai merupakan model Block 3 yang terhitung lumayan tua. Sementara SpaceX tahun ini mulai melakukan transisi dari Block 4 ke Block 5 yang merupakan versi tertinggi. Jadi, model Block 3 akan dipensiunkan segera, di saat yang sama, SpaceX mengambil keuntungan menjadikannya sebagai subjek pengujian.

Peluncuran ini adalah kali yang kedua pada tahun 2018. Jadwal peluncuran terdekat selanjutnya adalah Falcon Heavy pada 6 Februari mendatang.

Kamu bisa menonton siaran ulang peluncuran GovSat-1 berikut ini: