Falcon 9 Iridium-5
Roket Falcon 9 dalam misi Iridium-5 kemarin

Tahun 2017 lalu SpaceX sukses menarik perhatian dunia dengan aksi pendaratan roket dari luar angkasa. Roket Falcon 9 yang menjadi andalan perusahaan juga semakin digemari praktisi pesawat ruang angkasa. Namun, percaya atau tidak, pendaratan itu sebenarnya adalah uji coba untuk sistem yang lebih kompleks.

Bulan ini SpaceX berencana meluncurkan Falcon 9 “Block 5” yang merupakan versi tertinggi dari keluarga Falcon. Perlu dicatat sejauh ini perusahaan masih memakai Block 3 dan Block 4.

Keistimewaan dari Block 5 adalah kemampuannya untuk langsung dipakai kembali usai menjalankan misi. Biasanya, SpaceX perlu melakukan inspeksi dan perbaikan sebelum bisa digunakan pada penerbangan berikutnya. Terlebih lagi, proses itu memakan waktu berminggu-minggu dan ketahanannya hanya berlangsung 2-3 kali pemakaian.

Sementara itu Block 5 dikatakan mampu pulang-pergi ke luar angkasa hingga 100 kali. Seperti yang dilaporkan CNET, perwakilan perusahaan memberi informasi bahwa Falcon 9 Block 5 hanya perlu sedikit inspeksi dan langsung diluncurkan kembali dalam waktu singkat.

Hal ini jelas akan menghemat anggaran untuk mengirim satelit ke orbit Bumi. Pada akhirnya, biaya yang dipatok klien pun akan turun signifikan.

Dengan kata lain, SpaceX bisa saja hanya perlu satu unit Falcon 9 dan bisa digunakan berkali-kali selama beberapa tahun ke depan. Akibatnya, SpaceX bisa mengalirkan pendapatan ke sektor lain seperti proyek satelit internet dan misi berawak ke Mars.

Kapan tepatnya Falcon 9 Block 5 meluncur? Walaupun perusahaan belum mengumumkan tanggal pasti, namun beberapa laporan menyebut peluncuran dilaksanakan tanggal 24 April untuk mengirim satelit komunikasi pertama Bangladesh, Bangabandhu-1.

Sama seperti Falcon Heavy, peluncuran perdana Block 5 berpotensi menarik perhatian publik, termasuk perusahaan antariksa lain yang mulai kalah pamor.