WALK-MAN
WALK-MAN memiliki bentuk jari yang mirip manusia agar bisa mengoperasikan peralatan pemadam (credit: IIT)

Pemadam kebakaran seringkali kesulitan menjangkau titik api yang berlokasi di dalam gedung. Masuk ke dalamnya merupakan pertaruhan besar yang bisa saja merenggut nyawa. Sebagai solusinya, robot bisa membantu pekerjaan berisiko ini tanpa membahayakan seseorang.

Robot humanoid bernama WALK-MAN dikembangkan oleh University of Pisa di Italia, École Polytechnique Fédérale de Lausanne (EPFL) di Swiss, Karlsruhe Institute of Technology di Jerman, dan Université Catholique de Louvain di Belgia. Proyek ini juga mendapat dukungan dana dari Uni Eropa.

Dikutip dari EurekeAlret, WALK-MAN beroperasi dengan dikontrol oleh manusia melalui remote. Robot dapat memasuki gedung, mencari titik api, dan mematikannya. Sementara kamera memberikan feedback video kepada pengontrol.

WALKMAN ROBOT
Rupa robot humanoid WALK-MAN (credit: IIT)

Robot yang mulai dibangun pada 2013 ini telah rampung pada 2015 dan terus mengalami peningkatan dari segi teknis. Versi terbaru robot berdiri setinggi 1,85 meter dengan berat 102 kilogram atau 31 kilogram lebih ringan dari model awalnya.

Pihak perancang WALK-MAN berusaha mengoptimalkan bobot material bersama kemampuan untuk bergerak lebih cepat. Selain itu jari-jari robot dibuat agar mirip dengan manusia agar bisa menggunakan alat yang biasa dipakai oleh pemadam.

Pengujian terbaru WALK-MAN menunjukkan ia sudah mampu membuka pintu dan masuk ke ruangan, menghentikan kebocoran gas, membersihkan puing, mencari titik api, dan memadamkan api. Aplikasi yang lebih luas mencakup evakuasi bencana, seperti gempa bumi, hingga kebocoran nuklir.

Tim perancang WALK-MAN akan terus mengembangkan robotnya hingga siap beroperasi bersama pemadam kebakaran.