Bluedio T2+ Turbine

Tidak sedikit orang yang mau menginvestasikan dananya dalam jumlah besar untuk membeli perangkat yang dapat menunjang kenyamanan saat mendengarkan musik. Ketika nama Bose, Sennheiser, dan Sony sudah terlanjur besar, masih ada brand kecil yang cukup punya taring untuk melawan nama-nama besar di hadapannya.

Produsen headphone asal Tiongkok, Bluedio belakangan mulai banyak diminati berkat keberaniannya menawarkan perangkat dengan harga yang kompetitif. Salah satunya adalah Bluedio T2+ Turbine, headphone budget yang cukup membuat orang terkejut bahwa kualitas suaranya lebih berkelas dibanding harganya.

Lalu apa saja yang impresi utama yang dilontarkan headphone ini? Bagaimana kualitasnya berbanding dengan anggaran yang diperlukan? Berikut review singkat Bluedio T2+ Turbine.

Paket Penjualan Minimalis

Bluedio T2+ Turbine
Warna kardus polos punya dua arti: ramah lingkungan dan produk murah

Bukan Bluedio namanya jika tidak memasukan paket penjualan ‘minimalis’ ke masing-masing produknya. Di dalam boks seberat 500 gram ini terdapat satu unit headphone Bluedio T2+ Turbine, kabel jack 3.5 mm sepanjang 1 meter, kabel Micro USB untuk pengisian daya, dan buku manual. Sayangnya tidak ada kepala charger yang artinya kamu hanya bisa menghubungkannya dengan komputer atau powerbank.

Headphone terkemas dalam kondisi dilipat agar menghemat ruang. Bluedio memilih desain dimana penutup telinga dapat diputar 180 derajat ke dalam. Hal ini sangat menguntungkan bagi pengguna yang sering bepergian sambil membawa headphone di dalam tasnya.

Build Quality Agak Rapuh

Bluedio T2+ Turbine
Suara ringkih selalu menemani saat menggunakan headphone

Berbicara soal sisi negatif, saya agak jengkel dengan pemilihan material plastik sebagai bahan utamanya. Memang sebagian sudah menggunakan logam, namun bagian-bagian pentingnya justru mengandalkan plastik yang terkenal akan kerapuhannya. Ketika digoyangkan sedikit saja akan terdengar bunyi ringkih yang berasal dari gesekan antar plastik.

Entah mengapa bunyi ini membuat saya jadi was-was, khawatir jika ada suatu komponen yang patah. Mau tidak mau pengguna harus memperlakukan headphone ini bak raja. Jangan ditekan, jangan dibanting, dan tentunya jangan paksa dimasukan ke dalam tas yang sempit. Meski begitu bahan plastik memberikan fleksibilitas yang lebih baik ketimbang logam dengan catatan kamu tidak mengeluarkan ekstra tenaga saat memakainya.

Kenyamanan Terhitung Cukup

Bluedio T2+ Turbine
Penutup cukup lebar namun masih ada celah sehingga suara lolos dari telinga

Bagi penikmat musik yang gemar menghabiskan waktu dengan lagu favoritnya pasti sangat mempertimbangkan aspek kenyamanan. Beruntungnya Bluedio T2+ Turbine mampu mengakomodasi harapan tersebut. Setidaknya sisi penutup telinga dilapisi busa lembut yang hampir menutupi lubang telinga sehingga tidak membuat sakit saat dipakai terlalu lama.

Sejauh pemakaian, headphone ini cukup nyaman meski bukan yang paling nyaman. Penutup telinga memang lebar tetapi tidak sepenuhnya menutupi telinga sehingga kadang perlu rehat beberapa menit agar bagian sekitar telinga tidak terlalu tersiksa.

Daya Tahan Baterai Sangat Memuaskan

Bluedio T2+ Turbine
Baterai sebesar 2200 mAh ternyata cukup tangguh untuk menyediakan tenaga hingga puluhan jam pemakaian

Berbicara headphone wireless, berarti ada satu titik penting yang tidak boleh dilewatkan begitu saja. Baterai, sebagian orang khawatir bahwa headphone harus diisi terlalu sering dan mengganggu kenyamanan. Dalam hal ini Bluedio T2+ Turbine boleh berbangga diri, bagaimana tidak, daya tahan baterainya mencapai 1625 jam standby dan 40 jam memutar musik.

Angka yang terhitung fantastis untuk headphone kelas low-med. Dalam sebulan biasanya hanya melakukan pengisian daya sekali saja, atau bahkan tidak perlu mengisinya. Entah seperti apa resep khusus yang dibuat Bluedio sampai-sampai durabilitas baterainya mampu mencapai 2-4 kali dari produk kompetitor. Satu yang pasti, teknologi Bluetooth 4.1 Low Energy juga ambil bagian dalam pencapaian ini.

Bluedio T2+ Turbine
Unit kabel jack 3.5 dapat menjadi solusi ketika baterai habis

Andai saja baterai habis, kamu masih bisa mengandalkan mode wired dengan kabel jack 3.5 yang dapat disambungkan ke laptop atau smartphone. Kabel sepanjang 1 meter seharusnya cukup memberikan ruang bagi kepala untuk bergerak. Sementara itu durasi pengisian baterai memakan waktu sekitar 2 jam.

Interface Sederhana

Bluedio T2+ Turbine
Tombol kendali ada di penutup telinga sebelah kanan, bisa diakses menggunakan jempol tangan

Semua tombol kendali headphone ada di sisi kanan dan dapat dengan mudah diraih saat kamu menggunakannya. Beberapa tombol tersebut antara lain tombol Scan, Mode, On/Off, Volume Up/Down-Radio. Alih-alih mengusung kesederhanaan, justru perlu adaptasi khusus agar menguasai fungsi masing-masing tombol. Untuk hal ini secara lengkap sudah dijelaskan dalam buku manual.

Sayangnya Bluedio tidak menyertakan aplikasi mobile agar segala parameter headphone dapat diatur melalui smartphone. Memang ada aplikasi bernama ISSC yang merupakan aplikasi dari produsen chipset Bluedio, namun tidak banyak fitur yang bisa diandalkan disana. Apalagi tampilan aplikasi tersebut lebih cocok kepada pengembang dibanding pengguna.

Kualitas Suara Layak Dinikmati

Bluedio T2+ Turbine
Implementasi driver dan hardware mumpuni menghasilkan suara yang berkelas

Performa audio menjadi ujung tombak Bluedio T2+ Turbine. Membandingkan dengan harganya, headphone ini punya kualitas suara yang sekelas dengan headphone seharga Rp 1-2 jutaan. Berkat driver 57 mm dan sensitivitas 118dB sukses meringkas pengalaman studio dalam satu paket headphone. Kamu tidak akan kecewa jika membicarakan kualitas suara T2+ Turbine. Walaupun dsiebut sebagai bass oriented, namun kamu yang lebih menyukai jenis musik lain tetap bisa menikmati suaranya dengan natural.

Terlepas dari itu ada sedikit catatan yang mempengaruhi kualitas suara. Dari segi DAC dan AMP, kualitas terbaik ada ketika digunakan dalam mode wireless (Bluetooth). Sementara mode wired akan mengalami sedikit penurunan kualitas suara, namun tidak begitu signifikan. Kamu tetap bisa mendapatkan alunan musik indah dalam kedua mode.

Fitur Sekunder

Bluedio T2+ Turbine
Dari keempat varian Turbine, T2+ merupakan yang paling mahal namun juga paling diunggulkan apabila bicara soal fitur

T2+ merupakan versi tertinggi dari keluarga Turbine. Tambahan label ‘plus’ bukan sekedar formalitas saja, namun merujuk pada improvisasi teknologi. Bluetooth yang ada disini diklaim lebih baik dibanding versi pendahulu, bahkan cukup stabil ketika headphone dan smartphone terhalang oleh tembok.

Lalu ada pula slot MicroSD dimana kamu dapat menempatkan lagu-lagu favorit ke dalamnya dan menghubungkannya dengan headphone. Apabila kamu ingin mendapatkan berita atau mencoba menikmati lagu lainnya, ada fitur FM radio.

Kesimpulan

Bluedio T2+ Turbine

Dibanderol kurang dari Rp 400 ribu per unitnya, Bluedio T2+ Turbine sanggup memberikan kualitas suara yang melebihi ekspetasi. Sisi speaker dibalut busa lembut yang nyaman saat digunakan hingga berjam-jam, namun material plastik menghilangkan kesan premium dan membuatnya agak ringkih. Soal kemampuan baterai, headset ini patut diacungi jempol. Tidak perlu khawatir menggunakannya berlama-lama tanpa melakukan pengisian, sebab daya tahannya jauh di atas rata-rata headphone Bluetooth kebanyakan.

Berminat memboyong headphone ini?

Fungsi Music player, FM Radio, MicroSD, Microphone,
Konektivitas Bluetooth LE 4.1, Jack 3.5 mm
Driver Unit 57 mm dynamic
Sensitivitas 118dB
Saluran suara Stereo
Frekuensi 20~20.000 Hz
Impedansi microphone 16O
Jarak koneksi wireless 10 meter tanpa halangan
Baterai 220 mAh
Durabilitas baterai 40 jam penggunaan, 1625 jam standby
Pengisian daya Micro USB