China Rocket
China akan mulai menguji roket daur ulang pada 2019 dan 2020 (credit: Shanghai Academy of Spaceflight Technology)

China merupakan salah satu negara yang paling diperhitungkan dalam kemampuannya meluncurkan satelit hingga Taikonaut (sebutan untuk astronot) ke ruang angkasa. Kini, Negeri Tirai Bambu tersebut dikabarkan tengah mengembangkan sistem roket daur ulang khas SpaceX yang belakangan memang merevolusi industri roket.

Laporan dari Popular Science mengatakan Chinese Aerospace Science and Technology Corporation (CASC) yang merupakan lembaga pembuat roket mengumumkan interasi roket Long March yakni LM-8 akan meluncur pada 2020.

Sama seperti Falcon 9 milik SpaceX, stage pertama LM-8 bisa mendarat kembali menggunakan sisa bahan bakarnya. Proses pendaratan dikontrol melalui grid fins sambil perlahan kaki roket terbuka dan siap menyentuh titik landasan. Mekanisme ini sudah puluhan kali dilakukan SpaceX dan terbukti berhasil, meski pada awalnya dianggap tidak memungkinkan.

LM-8
Jika semuanya berjalan sesuai rencana, LM-8 akan lepas landas pada 2020 (credit: Sina Weibo)

LM-8 adalah roket berukuran medium yang hanya sanggup membawa muatan seberat 7,7 ton ke orbit rendah Bumi (LEO). CASC sebelumnya pernah menjanjikan bahwa China akan mengadopsi sistem roket daur ulang pada 2035, namun jadwal tersebut dimajukan secara ambisius ke tahun 2020.

Untuk mencapai ambisi ini, CASC akan melakukan pengujian grid fins tahun depan dengan roket LM-4B. Lalu pengujian perdana menggunakan LM-6 yang merupakan varian yang lebih kecil di tahun 2020.

Selain sektor pemerintah, sektor swasta di China juga turut menyuarakan ide roket reusable. Seperti roket milik Link Space yang secara gamblang sangat mirip dengan Falcon 9 hampir di seluruh sisi.